Jika memang perusahaan profesional, maka bisa memberi penjelasan dengan mudah kepada orang awam sekalipun.
Pembagian Keuntungan yang Masuk Akal
Selain penjelasan yang susah dipahami, investasi bodong biasanya memberi janji yang muluk kepada calon investor supaya tertarik. Hindari apabila perusahaan investasi menawarkan keuntungan yang besar dalam waktu singkat.
Hindari setiap instrumen investasi yang memberikan penawaran keuntungan terlalu besar. Lebih baik memilih yang jumlahnya masuk akal, namun stabil dan sudah pasti aman.
Kemungkinan terbesar jika keuntungan terlalu muluk adalah skema HYIP. Terlebih lagi untuk perusahaan yang baru buka.
Jangka Waktu
Cara berinvestasi perikanan yang aman berikutnya adalah tidak terbuai dengan pengembalian modal cepat. Karena tidak ada yang instan di dunia investasi, bahkan untuk perusahaan berskala besar sekalipun.
Mereka pasti memiliki pembagian keuntungan yang masuk akal dan rasional. Membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mendapat keuntungan dalam nominal besar dari investasi.
Identitas Jelas
Baca Juga: Investasi Wajib Tahun 2021
Jangan mau berinvestasi ke perusahaan yang bahkan tidak memiliki kantor dan website official ala kadarnya. Dari tampilan website saja seharusnya sudah bisa diketahui apakah investasi tersebut aman atau sekedar penipuan.
Jika yang ditonjolkan dalam website adalah bonus sekian persen saja, sudah pasti mereka sangat ingin menarik perhatian Anda.
Berbeda dari perusahaan profesional yang biasa menampilkan penawaran lengkap dengan statistik singkat.
Seperti yang bisa Anda lihat di platform investasi syariah online inFishta. Di website resmi tersedia informasi secara lengkap yang dibutuhkan oleh investor, mulai dari penawaran, alamat kantor dan data statistik.
inFishta bergerak di bidang perikanan untuk membantu mendanai petani laut yang terkualifikasi dan sudah terbukti aman karena sudah berbadan hukum.
Demikianlah sedikit ulasan menarik kali ini tentang lima cara berinvestasi perikanan yang aman. Semoga bisa membantu Anda terhindar dari segala bentuk penipuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah