Suara.com - Tidak terasa tahun 2020 akan segera berlalu. Tahun yang penuh dengan tantangan, rintangan dan halangan. Bencana alam melanda tidak hanya di Indonesia namun belahan dunia lainnya.
Begitu juga pandemik Corona yang mewabah di lebih dari 100 negara di seluruh dunia yang melumpuhkan perekonomian. Seluruh negara terdampak akibat virus yang menyebar secara cepat dan mematikan tersebut.
Namun selalu ada hikmah yang bisa kita ambil dari sebuah peristiwa yang terjadi. Resesi ekonomi melanda sejumlah negara tidak terkecuali Indonesia.
Salah satu andalan Indonesia yakni pariwisata jelas terkena dampak akibat adanya sejumlah larangan ke Indonesia. Jelas ini sangat merugikan perekonomian warga lokal yang bergantung hidup dari kedatangan turis asing.
Namun belakangan ini ada titik terang adanya vaksin dari Pfizer yang mampu menangkal 90 persen vaksin Covid 19 berdasarkan hasil uji klinis. Vaksin yang diproduksi dari Amerika Serikat dan Jerman memberi titik terang akan berakhirnya pandemi ini.
Ekonomi Dunia Akan Membaik di tahun 2021
Indonesia juga merasakan dampak positif dengan adanya kabar vaksin Pfizer tersebut. IHSG berhasil menembus angka 5.500 dan rupiah menguat di bawah 14.000,-
Kabar baik ini juga membuat dana asing masuk ke bursa saham Indonesia dengan transaksi net buy 2 triliun pada 11 November 2020. Pasar saham bergairah kembali dengan kenaikan nilai transaksi para retail.
Bagi masyarakat yang sudah menjadi investor seakan menjadi angin segar setelah lebih dari enam bulan pasar lesu. Indeks Dow Jones salah satu acuan pasar saham dunia juga bangkit ke arah positif setelah pilpres Amerika berjalan mulus dan Joe Biden terpilih sebagai presiden baru pengganti Trump.
Baca Juga: Janji Kemudahan Perizinan, Ganjar Pranowo Ajak Investor Investasi di Jateng
Tidak ada salahnya jika kita juga mengikuti pasar saham luar negeri yang ada di Stock Apps. Ada lima broker andalan yang akan menjadi tempat transaksi jual beli saham luar negeri.
Kami akan menjelaskan tiga broker terbaik secara singkat. Pertama ada eToro yang tidak menerapkan komisi alias 0 persen. Broker ini memiliki lebih dari 1.700 saham pilihan dan ada 17 pasar saham internasional.
Kedua ada Robinhood dimana broker ini merupakan andalan dari warga Amerika dan sangat populer di negeri Paman Sam. Memperdagangkan lebih dari 5.000 ekuitas dan 250 saham luar untuk para investornya.
Ketiga ada broker IG dimana platform ini sangat umum digunakan oleh masyarakat ratu Elizabeth. Perusahaan yang berdiri sejak 1974 ini memiliki lebih dari 10.000 saham untuk diperdagangkan bagi para investornya.
Ketiga platform di atas memiliki aplikasi yang bisa diinstall melalui handphone berbasis iOS maupun Android. Lebih leluasa jika anda mempunya laptop tentunya.
Silahkan anda mencobanya sebagai salah satu investasi anda di tahun 2021. Namun tentunya ada kebijakan yang perlu anda ketahui dan pelajari dalam berinvestasi di pasar saham.(Dzotan)
Berita Terkait
-
Gojek Berikan Apresiasi Bagi Mitra yang Menginspirasi Selama Pandemi
-
5 Pelajaran Penting dari Drakor Start Up Menurut Perencana Keuangan
-
Usai TNI AD, Kini Prajurit AU Disanksi karena Unggah Video Sambut Rizieq
-
Usai Anies dan Amien Rais, Rizieq Shihab Dikunjungi KAMI, Jadi Bergabung?
-
Guru Ngaji Terlilit Hutang dan Menjambret, Pemerintah Harus Turun Tangan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Arief Muhammad Rambah Bisnis Baru, Portofolio Usaha Makin Besar
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru