Suara.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dituntut untuk melakukan perubahan, seiring dengan kemajuan teknologi. Dalam kenyataannya, tuntutan tersebut mampu mempengaruhi kebijakan strategis perusahaan dalam melakukan inovasi atau ekspansi bisnis.
Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan, Tanri Abeng, menuturkan bahwa kebijakan strategis saat ini menjadi hal yang sangat penting.
Pasalnya, pilihan kebijakan strategis dari pimpinan BUMN bisa mengantarkan korporasi untuk terus tumbuh dan berkembang.
“Tidak ada bisnis yang bisa berjalan dengan baik tanpa manajemen yang baik. Saya berpesan kepada Menteri BUMN, agar pertama-tama harus terus membina dan mengembangkan, dan kalau perlu cari tenaga-tenaga yang terbaik untuk menjadi direksi di BUMN,” ucap Tanri Abeng, ditulis Senin (30/11/2020).
Ia mengimbau, agar jajaran direksi di perusahaan BUMN untuk terus meningkatkan kompentensi profesional dan integritas. Tak kalah pentingnya, direksi juga mesti memperhatikan sumber daya dan talenta yang ada.
“BUMN sekarang sudah berkembang begitu pesat, itu tidak bisa berjalan tanpa dukungan dari manajemen yang kuat. Saya juga harapkan agar dewan komisaris diberdayakan. Perlu pemberdayaan dewan komisaris, karena BUMN kita ini perlu dikawal, harus ada tugas monitoring dari dewan komisaris,” tambahnya.
Tentunya untuk tumbuh dan berkembang, lanjut Tanri Abeng, BUMN harus memiliki kesehatan keuangan. Pada saat seperti ini (pandemi COVID-19), perhatian terhadap cashflow adalah kunci keberlanjutan.
“BUMN kita akan tetap mendapat tantangan, tetapi peluangnya juga masih cukup cemerlang. Kita telah mengikuti bahwa Menteri BUMN yang ke-9, Bapak Erick Thohir, telah melakukan gebrakan-gebrakan untuk memajukan BUMN kita, baik itu berupa fokus bisnisnya, penguatan terhadap subholding, ini langkah-langkah yang perlu kita dukung,” tandas Tanri Abeng.
Founder dan Presiden Komisaris Warta Ekonomi, Fadel Muhammad mengatakan, kalau selama ini BUMN telah membuat banyak terobosan di bawah pimpinan Menteri Erick Thohir.
Baca Juga: Minta BUMN Ikut Kembangkan Pariwisata, Luhut: Ancam Saja Pak Erick Thohir
“Gebrakan dan terobosan efisiensi struktur organisasi BUMN. Di lain pihak, berusaha agar mengkaitkan BUMN dengan UMKM. Ini sebuah langkah terobosan yang bagus,” tuturnya.
Wakil Ketua MPR itu memandang, kontribusi BUMN untuk menunjang pendapatan negara di tahun 2019 lalu sudah cukup besar. Hanya saja, diprediksi sumbangsih tersebut mengalami penurunan di tahun 2020 ini, mengingat adanya pandemi COVID-19.
“Tetapi secara keseluruhan, dengan adanya perubahan-perubahan struktur dan sebagainya, kita beranggapan bahwa BUMN ini sedang memasuki fase perbaikan dan akan terus lebih baik pada masa yang akan datang,” singkatnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita
-
Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota
-
Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini
-
RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap