Suara.com - PT Brantas Abipraya (Persero) terus mempercepat pelaksanaan Proyek Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Daan Mogot (Depag, KM 13, KM 13A, KM 13B) beserta kelengkapannya, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengendalian banjir di wilayah Jakarta Barat.
Seiring dengan berlangsungnya pekerjaan konstruksi di sejumlah titik strategis sepanjang koridor Daan Mogot, terdapat penyempitan badan jalan sementara pada beberapa area pekerjaan yang berpotensi memengaruhi kelancaran arus kendaraan.
Proyek yang dikerjakan untuk Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta tersebut mencakup pembangunan rumah pompa di titik Depag, KM 13, KM 13A, dan KM 13B, lengkap dengan pembangunan saluran pendukung dan crossing utilitas di kawasan Jalan Daan Mogot. Hingga periode minggu ke-20, progres pekerjaan konstruksi terus menunjukkan perkembangan positif.
Brantas Abipraya memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja, keamanan lingkungan sekitar proyek, serta keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.
Sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan area konstruksi, perusahaan melakukan pengaturan area kerja melalui pemasangan rambu sementara, traffic barrier, serta penempatan petugas di lapangan pada titik-titik pekerjaan tertentu. Langkah ini dilakukan guna mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan di sekitar proyek.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan bahwa perusahaan memahami aktivitas konstruksi di koridor Daan Mogot ini dapat memberikan kondisi lalu lintas sementara bagi masyarakat, khususnya dikarenakan adanya penyesuaian badan jalan bertahap selama pekerjaan berlangsung.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat adanya penyempitan badan jalan di beberapa titik pekerjaan proyek ini. Namun demikian, pekerjaan ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan sistem pengendalian banjir di kawasan Daan Mogot dan sekitarnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Brantas Abipraya terus berupaya meminimalkan dampak pekerjaan terhadap mobilitas masyarakat dengan melakukan pengaturan area kerja secara bertahap dan terukur, khususnya pada titik-titik yang berada dekat akses utama masyarakat.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di sekitar area proyek, memperhatikan rambu sementara, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Dukungan dan pengertian masyarakat menjadi bagian penting dalam kelancaran pembangunan infrastruktur pengendalian banjir ini,” tambahnya.
Baca Juga: Brantas Abipraya Berikan Kontribusi Positif, Bangun Hunian Dukung Program 3 Juta Rumah
Pembangunan sistem tata air pompa ini merupakan bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pengendalian banjir Jakarta, khususnya di kawasan Daan Mogot dan sekitarnya yang selama ini menjadi salah satu wilayah rawan genangan saat intensitas hujan tinggi.
Lingkup pekerjaan proyek meliputi pembangunan rumah pompa dengan berbagai kapasitas pompa, pembangunan saluran gendong sisi utara dan selatan sepanjang kurang lebih dua kilometer, serta pembangunan saluran crossing Jalan Raya Daan Mogot.
Brantas Abipraya optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target waktu pelaksanaan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta pengelolaan area pekerjaan yang memperhatikan keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar. ***
Berita Terkait
-
Cepat dan Berkualitas, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulsel & Kalsel
-
Perkuat Akses Pendidikan, Brantas Abipraya Garap Sekolah Rakyat di 7 Wilayah
-
Sinergi Brantas Abipraya dan Kementerian PU Perkuat Pemulihan Sumbar Pascabencana
-
HUT ke-45, Brantas Abipraya Tampilkan Beragam Inovasi: Dari Tradisi ke Transformasi
-
Tingkatkan Kompetensi SDM Muda, Brantas Abipraya & Kemnaker Jaring 32 Lulusan Terbaik se-Indonesia
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun