Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa realisasi Program Satu Juta Rumah tidak sesuai target akibat pandemi Covid-19. Karena itu, Ma'ruf bersama kementerian terkait membahas beragam alternatif kebijakan agar dapat meningkatkan efektivitas kebijakan perumahan dan membangkitkan sektor properti di Indonenesia.
Wapres Ma'ruf menjelaskan pandemi Covid-19 juga berdampak kepada pertumbuhan sektor perumahan. Seperti realisasi Program Satu Juta Rumah per 14 Desember 2020 hanya mencapai 856.758 unit, di mana kurang lebih 77 persennya disalurkan untuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selain itu, pertumbuhan sektor Real Estate pada kuartal III tahun 2020 hanya mencapai 5,49 persen.
Serupa dengan hal tersebut, Pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah dan Apartemen (KPR dan KPA) juga turun tajam, dari 7,99 persen pada tahun 2019, menjadi hanya sebesar 2,05 persen pada kuartal III tahun 2020.
"Pemerintah menyadari, masih banyak hal yang perlu dibenahi di sektor perumahan, utamanya dalam menghadapi tekanan ekonomi karena pandemi," kata Ma'ruf saat berpidato dalam acara diskusi bertajuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan secara virtual, Senin (28/12/2020).
Ma'ruf mengungkapkan kalau pemerintah berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh lima persen pada 2021. Salah satu sektor strategis yang diharapkan mampu mendukung target tersebut adalah sektor perumahan, yang mendapatkan perhatian dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional.
Ma'ruf juga sempat membahas peningkatan efektivitas kebijakan perumahan dan membangkitkan sektor properti di Indonesia bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri PUPR, Menteri ATR/BPN, Menteri Dalam Negeri, Menteri BUMN, dan Menteri Perindustrian.
Ia lantas memberikan masukan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dari sektor properti yakni kolaborasi atau collaborative working.
"Sebesar apapun subsidi dan insentif Pemerintah untuk sektor perumahan, tidak akan berjalan dengan baik jika masing-masing stakeholder hanya peduli dengan dirinya sendiri. Pembangunan di bidang perumahan tidak akan optimal jika hanya ditangani oleh Pemerintah," ujarnya.
"Kata kuncinya adalah kolaborasi. Kolaborasi itu artinya kerjasama untuk mencapai cita-cita, yaitu menyediakan rumah yang nyaman dan aman untuk masyarakat," tambahnya.
Baca Juga: Banjir Kembali Landa Perumahan De Flamboyan, Warga Dievakuasi
Kemudian, Ma'ruf juga menilai diperlukannya kolaborasi berbagai pihak, antara lain Pemerinah Pusat, Pemerintah Daerah, para pengembang perumahan, bank penyalur KPR, dan stakeholder terkait lainnya.
Lalu masukan selanjutnya adalah mengutamakan skema padat karya. Ma'ruf berharap pembangunan perumahan khususnya bagi MBR menggunakan skema padat karya agar memberikan pekerjaan dan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Selain itu, seluruh pembangunannya agar menggunakan bahan dan material-material produksi dalam negeri dan bahkan bahan bangunan hasil industri lokal," katanya.
Lebih lanjut, menurut Ma'ruf mesti ada peranan Bank penyalur KPR untuk penyediaan KPR bagi pekerja sektor informal. Setidaknya terdapat enam puluh persen masyarakat Indonesia bekerja di sektor informal.
Akan tetapi pada realitanya, pekerja pada sektor informal saat ini masih relatif lebih sulit dalam mendapatkan persetujuan pengajuan KPR, terlebih di kondisi pandemi saat ini.
"Besar harapan Pemerintah agar bank penyalur KPR dapat menjadi pelopor bagi penyediaan KPR untuk pekerja sektor informal."
Berita Terkait
-
Prabowo-Sandiaga Jadi Pembantu Jokowi, Akankah Fadli Zon Masih Kritis?
-
Usai Prabowo-Sandiaga Jadi Pembantu Jokowi: Kritik Fadli Zon Terasa Sumbang
-
Usai Prabowo-Sandiaga Jadi Pembantu Jokowi: Anggap Pilpres Adu Olahraga
-
Helikopter Militer Jemput Jusuf Kalla, Jubir: Wapres Ma'ruf Amin Tahu
-
Prabowo-Sandi Masuk Jajaran Menteri, Warganet: Ikuti Jejak Han Ji Pyeong!
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar
-
KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar
-
Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?
-
Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen
-
Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026
-
HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel
-
Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh
-
Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan
-
Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini
-
Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut