Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkap fokus kerja kementeriannya pada 2021 akan berada pada tiga hal yakni menjaga stabilitas harga dan inflasi, membantu pelaku UKM agar dapat masuk pasar ekspor, dan membuka peluang Indonesia untuk masuk dalam pasar perdagangan non-tradisional melalui pembuatan perjanjian kerjasama dengan berbagai negara.
Setelah itu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan pentingnya pembangunan enterpreneurial culture dan enterpreneurial leadership, dan ekosistem yang sehat agar masyarakat dapat menyesuikan diri dengan perubahan pola bisnis akibat pandemi. Kartika mengatakan, investasi menjadi kunci katalis untuk perkembangan ekonomi ke depannya, agar konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali pulih.
“Memang persepsi mengenai legal dan political risk serta ease of doing business menjadi tantangan besar (untuk menarik investasi). Tapi pemerintah sudah menjawab dengan meluncurkan UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu, yang salah satu komponennya adalah pendirian Lembaga Investasi Pemerintah. Kami ingin menjadi satu game changer menjawab tantangan ini,” ujarnya.
BRI Group Economic Forum juga membagi diskusi dan pembicaraan seputar peluang dan tantangan pemulihan ekonomi dalam tiga panel, yakni Panel Korporasi, Financial Institution, dan Wealth Management Client. Panel Korporasi menghadirkan pembicara Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN BRI Agus Noorsanto, Ketua Umum KADIN Rosan Roeslani, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot, dan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kasan yang membahas tantangan di dunia perdagangan sepanjang 2021.
Pada panel Financial Institution yang dibuka oleh Senior Executive Vice President Treasury & Global Services BRI Listiarini Dewajanti, tema Indonesia Financial Resilience menjadi isi pembahasan oleh Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Raden Pardede, Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi, serta Perwakilan IMF James P Walsh.
Saat membuka pembahasan di panel ini, SEVP Treasury & Global Services BRI Listiarini Dewajanti menyebut kolaborasi antar pelaku pasar harus dilakukan di tengah situasi yang menantang akibat pandemi. Dia juga memaparkan fakta terkait status BRI sebagai most active dealer dalam perdagangan SBN, dan keberhasilan perusahaan meningkatkan volume transaksi marketable securities dari nasabah institusi finansial hingga 178 persen pada 2020.
“Dalam kondisi ketidakpastian pada era pandemi ini, sangat diperlukan kolaborasi antar pelaku pasar khususnya industri perbankan dan institusi keuangan dalam mendukung pendalaman pasar keuangan. Pasar keuangan yang dalam, likuid dan inklusif akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan dapat meredam tekanan (shocks) bila terjadi gejolak di pasar keuangan,” ujar Listiarini.
Terakhir, panel Wealth Management dibuka oleh Direktur Konsumer BRI Handayani dan membahas tema Alternative Investment to Growth Your Wealth Sustainable in 2021 yang diisi oleh para pakar manajemen portofolio seperti Executive Director Nielsen Indonesia Wiwy Sasongko, Founder & CEO YOT Group Billy Boen, dan Founder Rumah Perubahan Rhenald Kasali.
“Keberlanjutan investasi tentunya menjadi komponen penting dalam menggerakkan pertumbuhan perekonomian nasional. Untuk itu, kami berharap forum ini dapat menjadi sarana penyampaian arah kebijakan strategis kepada investor mengenai perkembangan investasi di Indonesia dalam upaya menjaga iklim investasi,” ujar Direktur Utama PT Danareksa Investment Management, Marsangap P. Tamba.
Baca Juga: BRI Gelar Pameran Properti secara Virtual, Target Transaksi Rp 1 Triliun
Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas, Friderica Widyasari Dewi menambahkan, “Meskipun telah melewati tahun 2020 yang penuh tantangan, perkembangan pasar modal ternyata tetap mampu bertumbuh yang tentunya memberikan harapan di dunia investasi 2021, peningkatan tersebut membuktikan kepercayaan public terhadap Pasar Modal Indonesia masih terus meningkat. BRI Group Economic Forum diharapkan dapat memberikan gambaran dan menambah confidence investor dalam menentukan strategi investasi untuk ke depannya.”
Berita Terkait
-
2021: Penerimaan Negara Ditargetkan Rp1.743 Triliun
-
Sri Mulyani Beri Sinyal Anggaran PEN 2021 Bisa Naik Lagi
-
Lebih dari 200 Project Properti Pilihan Hadir di KPR BRI Virtual Expo 2021
-
Dorong Denyut Perekonomian, BRI Hadirkan BRI Group Economic Forum 2021
-
Alhamdulillah! 275 Pelaku UMKM Dapat Modal Usaha, Masing-masing Rp 2 Juta
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
-
Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan
-
Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit
-
Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?
-
Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi
-
Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban
-
Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?
-
Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%
-
Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan