Suara.com - Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia ternyata membuat khawatir Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto.
Pasalnya, dengan adanya banjir ditakutkan akan mempengaruhi produksi beras secara nasional dan ujung-ujungnya stok beras akan sedikit dan menimbulkan kenaikan harga.
"Yang perlu diwaspadai adalah adanya banjir di beberapa daerah kita tentu berharap bahwa banjir tersebut akhirnya tidak akan buruk sehingga potensi yang kita miliki tetap akan terjaga," kata Kecuk dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).
Kecuk bilang, dari pengamatan yang dilakukan pihaknya menggunakan metode satelit, produksi beras dari bulan Januari hingga Maret 2021 cukup bagus hal tersebut terlihat dari survei yang dilakukan BPS.
"Hasil pengamatan di lapangan pada bulan Desember tahun 2020, dampaknya produksi beras di bulan Januari sampai Maret bagus," ucapnya.
BPS pun meminta pemerintah mewaspadai bencana banjir di beberapa daerah karena berpotensi menganggu pasokan beberapa komoditas salah satunya yang terpenting adalah beras.
Meski selama dua tahun terakhir, lanjut dia, pergerakan harga beras stabil dan tidak berpengaruh kepada inflasi.
"Selama 2 tahun terakhir harga beras sangat stabil dan tidak berkontribusi sama sekali pada inflasi," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).
Dari catatan BPS memang terlihat bahwa harga beras sangat stabil sekali, pada Januari 2021 harga beras di penggilingan untuk kualitas premium mengalami penurunan sebesar 0,08 persen atau sebesar Rp 9.780 per Kg terhadap bulan Desember 2020.
Baca Juga: Harga Beras Stabil Selama 2 Tahun Terakhir
"Begitu juga dengan harga beras grosir sangat stabil dan beras eceran juga sangat stabil dengan kenaikannya hanya 0,05 persen," kata Kecuk.
Dirinya pun berharap bahwa harga beras yang stabil ini masih berlanjut pada tahun ini, sehingga laju inflasi bisa dikendalikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri
-
Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh