Suara.com - Harga minyak dunia naik lebih dari 2 persen karena stok minyak mentah di Amerika Serikat yang menurun.
Mengutip CNBC, Selasa (2/2/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak 1,31 dolar AS atau 2,4 persen menjadi 56,35 dolar AS per barel.
Sementara harga untuk patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melambung 1,35 dolar AS atau 2,6 persen menjadi 53,55 dolar AS per barel. Kedua patokan tersebut meroket hampir 8 persen pada Januari.
Data pemerintah Amerika pekan lalu menunjukkan penarikan 2,3 juta barel dalam stok di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman minyak mentah berjangka.
Kawasan Timur Laut Amerika dihantam badai salju musim dingin yang kuat, menghunjam daratan luas yang membentang dari Pennsylvania hingga New England dan menyebabkan gangguan yang meluas di New York City dan kota besar lainnya di wilayah tersebut.
Goldman Sachs mengatakan harga minyak bisa naik menjadi 65 dolar AS pada Juli, memperkirakan defisit pasar minyak 900.000 barel per hari (bph) pada semester pertama 2021, tingkat yang lebih tinggi dari prediksi sebelumnya sebesar 500.000 bph.
Produksi minyak OPEC naik untuk bulan ketujuh pada Januari setelah kelompok tersebut dan sekutunya setuju untuk mengurangi pembatasan pasokan lebih lanjut, meski pertumbuhan produksi lebih kecil dari ekspektasi.
Produksi kondensat minyak dan gas Rusia juga meningkat pada Januari, tetapi kenaikan itu sejalan dengan ekspektasi, menyusul kesepakatan Moskow dengan OPEC mengenai pemotongan output.
Pengebor migas Amerika bersiap meyambut melonjaknya permintaan. Karena harga yang lebih tinggi membuat sumur baru menguntungkan lagi, pengebor menambahkan rig untuk bulan keenam berturut-turut pada Januari.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Imbas Keterlambatan Vaksin di Eropa
Data produksi Amerika dari Badan Informasi Energi menunjukkan output naik di atas 11 juta bph pada November, pertama kalinya melebihi angka tersebut sejak April.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026