Suara.com - Pupuk Indonesia diminta untuk membatu para petani meningkatkan produktivitas hasil pertanian khususnya padi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hal itu diungkapkan langsung oleh Bupati Jember Hendy Siswanto meminta.
Bahkan, ia sangat mengapresiasi kerja keras petani yang dapat menghasilkan panen padi mencapai 10,1 ton per hektare dengan program Agro Solution.
"Luar biasa KTNA dan Pupuk Kaltim," kata Hendy dikutip dari ANTARA.
Seperti diketahui, luas panen program Agrosolution di Jember mencapai 100 hektare dengan hasil ubinan ada dua varietas yakni varietas Mapan P 05 mencapai 10,1 ton per hektare, sedangkan varietas Ser Tani 9 mencapai 8,5 ton per hektare
Menurutnya Kabupaten Jember memiliki 248 desa dengan 985 dusun yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, sehingga diharapkan produktivitas pertanian yang tinggi dapat merata di seluruh desa di Jember.
"Kami minta teman-teman KTNA yang sudah berhasil dan Pupuk Indonesia bisa mengawal pertanian di Jember agar produktivitas panen petani bisa meningkat seperti program Agro Solution, sehingga tidak hanya di wilayah Jember bagian selatan saja," tuturnya.
Hendy menjelaskan suksesnya pertanian di Jember memerlukan kolaborasi bersama dengan semua pihak termasuk Pupuk Indonesia, KTNA dan Bulog, sehingga diharapkan ada sinergi untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang berdampak pada kesejahteraan petani.
"Kami berharap Jember punya pabrik pupuk, sehingga ke depan tidak ada lagi kelangkaan pupuk yang dialami para petani," ujarnya.
Sementara Senior Excecutive Vice Presiden (SEVP) Pupuk Indonesia Gatoet Gembiro Nugroho mengatakan pencanangan program Agrosolution nasional pertama di Kabupaten Jember, sehingga Jember punya nilai sejarah dengan program tersebut.
Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas, Ini 5 Langkah Menjaga Kesehatan Mental di Kantor
"Dengan program itu, kami berharap bisa meningkatkan produktivitas yang nantinya berdampak pada kesejahteraan petani, serta ada jaminan asuransi ketika nanti ada bencana yang terjadi sewaktu-waktu," katanya.
Ia mengatakan program tersebut yang menggunakan pupuk nonsubsidi membuktikan bahwa ada peningkatan produktivitas pertanian, sehingga diharapkan petani bisa beralih secara perlahan-lahan menggunakan pupuk nonsubsidi.
"Terbukti dengan pengawalan yang baik, pola yang benar, maka produktivitas padi meningkat, sehingga di Jember menjadi salah satu daerah yang mengurangi subsidi pupuk dan mendorong petani untuk menggunakan pupuk nonsubsidi," ujarnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini
-
IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout
-
Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen
-
SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini
-
Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat
-
Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen
-
Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026
-
Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter
-
Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara