Suara.com - Koperasi Senyum Desa Nusantara (SDN) yang beranggotakan peserta dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pertama kali untuk Tahun Buku 2020 dengan tema “Mengelola dan Mengembangkan Usaha dengan Teknologi Tepat Guna”.
Namun ada yang berbeda pada pelaksanaan RAT Koperasi SDN ini, karena berlangsung di tengah masa pandemi COVID-19 yang dilaksanakan secara perwakilan dan melalui daring serta disiarkan online. Pengurus dan anggota yang hadir secara langsung pun tetap diberlakukan protokol kesehatan.
Selain dihadiri oleh seluruh Pengurus, Pengawas, serta Anggota, RAT Koperasi SDN ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Kepatuhan, Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Bapak Try Aditya Putra, Kepala Seksi Pengawasan Pemeriksaan dan Penilaian Kesehatan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten Bapak Drs. Eko Mujiyono, MM yang memberikan sambutan sekaligus membuka pelaksanaan RAT, Kepala Seksi pemberdayaan dan Pelindungan Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan Kabupaten Serang Bapak M. Rifqi SE, MM, Kepala Divisi Bisnis Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Bapak I Ketut Adijaya, Kepala Desa Pasirbuyut Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang Bapak Hidayat, S.Pd, MM.
Semangat inovasi menjadi keharusan dalam transformasi organisasi Koperasi Senyum Desa Nusantara menuju Koperasi Modern. Inovasi dalam berbagai aktivitas organisasi, digitalisasi kelembagaan, serta digitalisasi bidang usaha terus diupayakan.
Demikian dikatakan Ketua Koperasi Senyum Desa Nusantara Johani Fauzi pada Laporan Pembukaan RAT Koperasi SDN Tahun Buku 2020.
Ketua Pengawas Koperasi, Muslihat menyebutkan bahwa pelaksanaan RAT bagi koperasi mutlak harus dilaksanakan agar koperasi dapat berkembang ke arah yang lebih baik lagi.
“Pertanggungjawaban ini penting dilakukan untuk mengukur kinerja pengurus serta mengevaluasi seluruh program dan kegiatan agar pada masa-masa mendatang kinerja Koperasi dapat diperbaiki dan lebih disempurnakan lagi,” ujar Muslihat.
Selain pelaksanaan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas Koperasi Senyum Desa Nusantara Tahun Buku 2020 dan penjelasan program kegiatan Koperasi SDN ditahun kedepan, dilaksanakan pula peresmian Pengurus dan Pengawas Koperasi periode 2021-2024 yang disetujui oleh seluruh anggota yang hadir secara online, ini sekaligus menjadi bukti kehadiran RAT secara online.
Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19 Ala Koperasi SBW Malang
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal