Bisnis / Makro
Minggu, 05 April 2026 | 20:31 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kementerian Perdagangan mencatat total nilai impor Indonesia periode Januari hingga Februari 2026 mencapai USD 42,09 miliar atau naik 14,44 persen.
  • Kenaikan impor didominasi oleh kategori barang modal sebesar 34,44 persen yang mencerminkan ekspansi investasi pada sektor industri manufaktur dalam negeri.
  • Indeks PMI Manufaktur Indonesia mencapai level 53,8 pada Februari 2026 sebagai sinyal positif penguatan kapasitas produksi dan aktivitas sektor industri.

Suara.com - Kinerja impor Indonesia pada pembukaan tahun 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan, khususnya pada kelompok barang modal.

Peningkatan ini dinilai sebagai indikator positif bagi penguatan kapasitas produksi dalam negeri dan geliat sektor industri manufaktur nasional.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), nilai impor Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar USD 20,89 miliar.

Meski secara bulanan angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan Januari, namun secara tahunan (year-on-year) kinerja impor tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid.

Secara kumulatif, total nilai impor Indonesia sepanjang periode Januari hingga Februari 2026 telah menembus USD 42,09 miliar.

Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar 14,44 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Penyokong utama kenaikan impor pada awal tahun ini adalah sektor nonmigas yang terus tumbuh secara konsisten. Sebaliknya, impor di sektor migas justru tercatat mengalami penurunan dalam periode yang sama.

Jika ditinjau berdasarkan golongan penggunaan barang, seluruh komponen impor menunjukkan kurva kenaikan. Namun, lonjakan paling tajam terjadi pada kategori barang modal yang melesat hingga 34,44 persen.

Tren ini diikuti oleh kenaikan impor barang konsumsi sebesar 15,60 persen, serta bahan baku atau penolong yang meningkat 9,27 persen.

Baca Juga: Gelar Aksi, Pemuda Antikorupsi Desak KPK Segera Panggil Bos Agrinas Terkait Impor Mobil Pikap

Struktur impor yang didominasi oleh barang modal dan bahan baku ini mengindikasikan bahwa pelaku industri di Indonesia tengah melakukan ekspansi usaha dan meningkatkan investasi pada mesin serta peralatan produksi guna menunjang target jangka panjang.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa tren kenaikan impor barang modal ini sejalan dengan kondisi industri pengolahan tanah air yang sedang berada di zona ekspansif.

Hal ini tercermin dari angka Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia yang menyentuh level 53,8 pada Februari 2026.

Capaian PMI tersebut merupakan titik tertinggi sejak Maret 2024, yang menandakan kepercayaan diri para pelaku industri dalam meningkatkan output produksi mereka.

“Hal ini selaras dengan PMI Manufaktur yang meningkat ke level 53,8 pada Februari 2026, tertinggi sejak Maret 2024. Ini memberikan sinyal positif bagi kinerja perdagangan Indonesia di kemudian hari,” ujar Budi Santoso dalam keterangan resminya, Minggu (5/4/2026).

Load More