Suara.com - Laukita mencatat peningkatan signifikan pada musim lebaran tahun lalu. Peningkatan ini semakin menjadi bukti bahwa bulan suci ini sangat tepat jika dimanfaatkan untuk menekuni bisnis kuliner.
Maka, produsen makanan yang digemari para selebriti dan kaum urban inipun memanfaatkan momentum Ramadan kali ini untuk memantapkan langkahnya di industri makanan siap saji yang sehat dengan membuka peluang bisnis kemitraan.
Bagi mereka yang jeli menangkap peluang dan ingin memulai bisnis baru dengan risiko rendah, program kemitraan dari Laukita ini layak untuk dicoba. Pasalnya, Laukita yang merupakan bagian dari Umara Group ini menawarkan kesempatan menjadi reseller dengan lebih mudah, biaya yang cukup ringan namun menjanjikan, serta kesempatan dapat untung yang sangat besar.
Selain bisa mendapat keuntungan yang banyak dari penjualan tersebut, reseller juga berkesempatan memenangkan undian dan membawa pulang hadiah utama Cincin Berlian, melalui program #UntungAdaLaukita.
Dimas Beck, co-founder Laukita mengatakan bahwa untuk menjadi reseller Laukita tidaklah rumit. Selama memiliki freezer dengan kapasitas yang cukup, atau sekitar 300 liter, sudah dapat bergabung menjadi reseller Laukita.
Penggunaan freezer ini tentunya krusial agar mampu menjaga kualitas makanan produk Laukita.
“Kami berupaya untuk menjaga kualitas makanan Laukita, mulai dari tempat produksi hingga disajikan di meja makan konsumen. Semangat melayani dan menyediakan produk berkualitas itu juga kami tanamkan kepada para reseller kami. Produk-produk Laukita sudah terdaftar di BPOM dan bebas bahan pengawet karena dibekukan saat makanan dalam kondisi kesegaran tertinggi dan didistribusikan dengan fasilitas pendingin yang ideal,” kata Dimas dalam keterangannya ditulis Senin (26/4/2021).
Founder Laukita, Adhia Absar Arryman pun menyatakan, salah satu impian Laukita adalah mampu memberdayakan masyarakat Indonesia lewat produk kuliner yang berkualitas.
"Dengan cita rasa khas kuliner kebanggaan Indonesia dan teknologi yang kami miliki, produk Laukita dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan kelompok usia produktif Indonesia akan lauk makanan yang enak, sehat, dan praktis selama bulan puasa. Potensi dan peluang inilah yang kami bagikan kepada para calon reseller. Dengan memanfaatkan momentum bulan Ramadan, kami berharap mampu membantu 500 reseller membuka saluran rejeki baru bagi keluarga mereka,” kata Adhia.
Baca Juga: Mau Jadi Pebisnis Kuliner Sukses? Wajib Daftar Sekolah Bisnis Kuliner Ini!
Lebih lanjut Adhia menjelaskan, program kemitraan Laukita ini akan menambah babak baru dalam ekosistem industri makanan yang tengah dibangun oleh Laukita.
“Kami ingin dampak dari inovasi yang kami lakukan lewat penggabungan kuliner dan teknologi ini dapat dirasakan lebih luas lewat program reseller Laukita. Potensi dan pertumbuhan tren makanan siap saji ini bisa dimanfaatkan oleh mereka yang ingin memulai usaha bisnis tanpa modal yang berat,” ucapnya.
Program undian kemitraan #UntungAdaLaukita sudah dimulai sejak tanggal 15 April 2021 dan akan berakhir pada tanggal 10 Mei 2021. Cara mengikuti program ini juga sangat mudah.
Setiap pembelian 4 paket, mitra akan mendapatkan 1 nomor undian untuk hadiah utama. Pengumuman pemenang akan dilakukan menjelang Hari Raya Lebaran dan diumumkan melalui Instagram @laukitaindonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123