- Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor Indonesia pada April 2026 melonjak sebesar 22,49 persen menjadi 25,21 miliar Dolar AS.
- Kenaikan impor migas sebesar 82,52 persen dipicu oleh tingginya permintaan minyak mentah serta hasil minyak dari berbagai negara.
- Total nilai impor Indonesia selama periode Januari hingga April 2026 mencapai 86,51 miliar Dolar AS atau naik 13,40 persen.
Suara.com - Badan Pusat Statistik mengungkapkan kalau nilai impor Indonesia per April 2026 melonjak tajam hingga 25,21 miliar Dolar AS atau naik 22,49 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari April 2025.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini merinci kalau nilai impor migas mencapai 4,60 miliar Dolar AS atau naik 82,52 persen yoy.
Menurutnya, kenaikan impor migas ini terjadi dari peningkatan impor minyak mentah sebesar 67,49 persen dan impor hasil minyak 87,76 persen.
"Kenaikan impor migas 82,52 persen ini disebabkan oleh peningkatan nilai impor minyak mentah yaitu 67,49 persen," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan virtual, Selasa (2/6/2026).
Adapun tiga negara besar yang memasok minyak mentah ke Indonesia adalah Nigeria, Brasil, dan Kazakhstan. Sementara negara pemasok hasil minyak ke RI adalah Malaysia, Singapura, dan Mesir.
Sedangkan nilai impor non-migas per April 2026 naik 20,62 miliar Dolar AS atau mengalami peningkatan 14,11 persen yoy.
"Peningkatan nilai impor secara tahunan ini didorong oleh peningkatan impor non-migas dengan andil peningkatan sebesar 12,39 persen," imbuhnya.
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2026, total nilai impor Indonesia mencapai 86,51 miliar USD atau naik 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Nilai impor migas tercatat senilai 12,93 miliar USD atau naik 17,58 persen. Sementara nilai impor non-migas tercatat senilai 73,58 miliar USD atau naik 12,70%.
Baca Juga: Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
Berita Terkait
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas
-
Perundingan AS-Iran Alot, Harga Minyak Mentah Global Tertahan di Level Tinggi
-
BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran
-
BPS Ungkap Harga Emas Perhiasan per Mei 2026 Alami Deflasi Tiga Bulan Beruntun
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ
-
Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran
-
Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?
-
Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas
-
Rupiah Ambruk, Plesiran Warga RI ke Luar Negeri Ikutan Anjlok
-
Viral Tagihan Listrik Naik di Medsos, PLN Ungkap Penyebabnya
-
Teddy Klaim Prabowo Pakai Dana Pribadi untuk Kunjungan Luar Negeri, Celios: Buktinya Mana?