- BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus 89,1 juta Dolar AS pada April 2026, melanjutkan tren positif selama 72 bulan.
- Capaian surplus April 2026 menjadi angka terendah sejak Mei 2020 akibat adanya defisit besar pada sektor komoditas migas.
- Amerika Serikat, India, dan Filipina menjadi negara penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia selama periode Januari hingga April 2026.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus 89,1 juta Dolar AS per April 2026. Capaian ini membuat neraca perdagangan RI surplus selama 72 bulan beruntun sejak April 2020.
Meski begitu, surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 menjadi yang terendah sejak Mei 2020 alias lima tahun lalu. Dibandingkan Maret 2026 misalnya, surplus ini jauh lebih sedikit dengan angka 3,32 miliar Dolar AS.
"Jadi surplus April 2026 ini merupakan surplus terkecil sejak Mei 2020 atau selama surplus 72 bulan berturut-turut," kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers yang disiarkan virtual, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, surplus neraca perdagangan pada April 2026 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non-migas sebesar 3,53 miliar USD. Komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15), bahan bakar mineral (HS27), serta besi dan baja (HS72).
Di saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit 3,44 miliar Dolar AS dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah, hasil minyak, dan gas alam.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari hingga April 2026 tercatat surplus sebesar 5,64 miliar Dolar AS. Surplus selama periode itu ditopang oleh surplus komoditas non-migas yaitu sebesar 14,16 miliar USD, sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar 8,52 miliar USD.
Untuk neraca perdagangan total baik migas dan non-migas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat sebesar 5,76 miliar USD, India sebesar 4,41 miliar USD, dan yang ketiga adalah Filipina sebesar 2,93 miliar USD.
Sedangkan untuk negara penyumbang defisit terdalam, pertama adalah China dengan minus 7,59 miliar USD, Australia minus 3,29 miliar USD, dan yang ketiga adalah Singapura dengan minus 2,82 miliar USD.
Khusus neraca perdagangan kelompok non-migas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat dengan 6,81 miliar USD, India 4,44 miliar USD, dan Filipina 2,77 miliar USD.
Baca Juga: Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
Sedangkan tiga negara penyumbang defisit terdalam pada kelompok non-migas ini adalah china dengan minus 8,03 miliar USD, Australia minus 3,05 miliar USD, dan Argentina sebesar minus 0,73 miliar USD.
Terkait komoditas penyumbang surplus pada periode Januari hingga April 2026, ini didorong oleh komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15) dengan surplus sebesar 11,71 miliar USD. Kemudian bahan bakar mineral atau HS27 surplus sebesar 8,34 miliar USD, serta besi dan baja atau HS72 yaitu surplus sebesar 5,71 miliar USD.
Sementara defisit utamanya berasal dari komoditas mesin dan peralatan mekanis atau HS84 dengan defisit sebesar 9,87 miliar USD, mesin dan perlengkapan elektrik atau HS85 defisit sebesar 4,95 miliar USD, serta plastik dan barang dari plastik atau HS39 defisit sebesar 2,80 miliar USD.
Berita Terkait
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas
-
BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran
-
BPS Ungkap Harga Emas Perhiasan per Mei 2026 Alami Deflasi Tiga Bulan Beruntun
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Bongkar Korupsi Petral Hingga Akar, JAMPER Layangkan 4 Tuntutan Tegas ke Kejagung
-
Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET
-
Terjebak Pregnancy Beauty Standard: Saat Tubuh Ibu Hamil Dijadikan Komoditas Estetika
-
Kemarau Panjang Terjang Bogor, 52 Ribu Warga di 16 Ribu KK Alami Krisis Air Bersih
-
Kubu Jokowi Tegaskan Sidang Dokter Tifa Bisa Lanjut Meski Dakwaan Batal: Jaksa Tinggal Perbaiki
-
Ulasan Pride and Prejudice: Kisah Cinta Klasik yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Rupiah Berbalik Melemah pada Kamis Sore, Harga Minyak Jadi Biang Kerok
-
5 Pilihan Benda Pembawa Hoki di Meja Kerja Menurut Feng Shui, Biar Rezeki Lancar dan Tidak Stres
-
Liburan Wisatawan Makassar Berakhir Tragis di Tol Pandaan-Malang: 3 Nyawa Melayang
-
Wajib Kalahkan Kamboja, Jordi Amat Ungkap Target Ambisius Timnas Indonesia di Piala AFF 2026