Suara.com - Harga emas merosot 1 persen setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen mengatakan suku bunga mungkin perlu naik untuk mencegah ekonomi overheating karena lebih banyak program dukungan yang akan datang.
Mengutip CNBC, Rabu (5/5/2021) harga emas di pasar spot turun 0,9 persen menjadi 1.776,73 dolar AS per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika ditutup melemah 0,9 persen menjadi 1.776 dolar AS per ounce.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.
"Emas gagal untuk keempat kalinya dalam dua pekan menembus 1.800 dolar AS yang menjadi kisaran teratas, memicu beberapa aksi ambil untung sebelum jatuh 20 dolar AS karena komentar Yellen yang tidak terduga," kata Tai Wong, Kepala Perdagangan Derivatif di BMO.
"Yellen memiliki sejarah panjang dan konsisten sebagai pihak yang dovish di The Fed," tambahnya.
Sementara itu pladium melesat ke rekor tertinggi di tengah kekhawatiran kekurangan pasokan logam yang digunakan dalam perangkat pengontrol emisi mobil itu.
Harga paladium di pasar spot menguat 0,2 persen menjadi 2.976,90 dolar AS per ounce setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di 3.017,18 dolar AS per ounce.
"Ada pengendalian polusi yang lebih ketat secara global yang belum pernah kita lihat di masa lalu, yang berarti kendaraan yang sebelumnya tidak diwajibkan menggunakan auto-catalyst sekarang harus melakukannya, dan karena itu lebih banyak permintaan," kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.
"Dalam beberapa waktu ke depan, pasar akan mengalami defisit fisik dan harga bakal meroket," papar dia.
Baca Juga: Naik Rp 9.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 930.000 per Gram
Kekhawatiran tentang kekurangan pasokan diperburuk setelah produsen terbesar Nornickel mengumumkan gangguan di dua tambang karena banjir.
Logam lainnya perak melorot 1,8 persen menjadi 26,40 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 26 Februari, sementara platinum turun 0,2 persen menjadi 1.227,73 dolar AS per ounce.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara
-
Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya