Suara.com - PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) / PPI berpartisipasi dalam Food Expo Greece yang merupakan pameran dagang Food & Beverage terpenting dan terkemuka di Eropa.
Food Expo Greece adalah titik pertemuan bagi lebih dari 75.000 profesional dari ritel yang terorganisir, grosir, dan pebisnis di sektor jasa makanan dari berbagai macam negara. Pameran tersebut secara virtual akan dilangsungkan pada 14-18 Juni 2021.
PPI memanfaatkan Food Expo Greece yang merupakan platform utama bagi industri makanan internasional, yang keberhasilan dan kemajuannya selalu meningkat dari tahun ke tahun dan memperkuat reputasi serta daya tarik internasionalnya.
Exhibitor menampilkan spektrum produk, bidang aplikasi, dan layanan yang luas di ruang pameran secara virtual, sementara calon buyer dari nama-nama terkenal akan melihat-lihat untuk mencari produk baru, tren baru, vendor baru, dan koneksi baru untuk memenuhi permintaan. Dari sana buyer dan seller dapat segera melakukan B2B meeting.
Pada pameran virtual tersebut, PPI menampilkan produk dan atau komoditi kopi, dessicated coconut, coconut shell charcoal, fruit chips, organic coconut sugar, pala, kapulaga, lada hitam, lada putih, cengkeh, fisheries & seafood, dan ikan kalengan.
Dari sana memang PPI intens berhubungan dengan calon buyer dari Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar, Ukraina, Bulgaria, Yunani, Lithuania, India, Lebanon, Maroko, Iran, dan Kuwait
Produk-produk yang mereka minati dari PPI adalah kopi, rempah-rempah, kripik buah, desiccated coconut, coconut charcoal, coconut sugar, dan produk perikanan.
Direktur Komersial & Pengembangan PPI, Andry Tanudjaja, mengatakan bahwa PPI sendiri beberapa waktu belakangan mengekspor produk dan komoditi ke negara-negara seperti Taiwan, Timor Leste, Singapura, Sri Lanka dan Mesir.
"Selain berupaya untuk menjaga kestabilan harga dan membantu pelaku UKM, PPI akan terus mendukung Pemerintah meningkatkan ekspor melalui kerja sama perdagangan internasional, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo terkait strategi meningkatkan traffic perdagangan Negara," pungkas Andry.
Baca Juga: Ingin Diet Sehat Dengan Menu ala Restoran, Coba Makanan Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya