Suara.com - Kapal tanker MT Ketaling milik PT Pertamina terbakar saat naik dock di perusahaan galangan kapal milik PT Soechi Lines Tbk. Pihak kepolisian diketahui saat ini sudah turun ke lokasi kejadian.
“Kita lagi cek kesana,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi ditulis Senin (12/7/2021).
Kebakaran terjadi di PT Multi Ocean Shipyard (MOS) Karimun, Sabtu (10/7/2021) sore sekitar pukul 15.30 WIB.
Peristiwa ini merupakan yang kedua terjadi di PT MOS dalam kurun waktu hanya sepekan.
Kejadian hampir serupa juga terjadi di PT MOS, Sabtu (3/7/2021) pagi sekitar pukul 10.30 WIB.
Kapal tersebut diketahui dalam pengerjaan oleh PT MOS sejak lebih kurang dua pekan lalu. Saat terbakar, kapal berukuran besar itu berada di floating dock.
Berdasarkan video amatir milik warga itu, diduga kapal tanker terbakar pada bagian depan sebelah kanan.
Berdasarkan keterangan pihak PT MOS, insiden kebakaran kapal tanker MT Ketaling ini dipastikan tidak menelan korban.
Namun begitu, pihak perusahaan memastikan api dapat dipadamkan setelah menerjunkan tim penanganan.
Baca Juga: ISO Tank Pertamina Datang, Erick Thohir Jamin Tidak Ada Kelangkaan Oksigen
"Tidak ada korban dan api sudah padam. Karena kita langsung gerakan tim fire fighting," ujar Safety Officer PT MOS, Dedi.
Peristiwa ini merupakan yang kedua terjadi di PT MOS dalam kurun waktu hanya sepekan. Kejadian hampir serupa juga terjadi di PT MOS, Sabtu (3/7/2021) pagi sekitar pukul 10.30 WIB.
Kapal tanker Sukses Energi dilaporkan mengalami ledakan tanki dan kebakaran saat dalam proses perbaikan.
Akibatnya dua orang pekerja mengalami luka serius di bagian wajah dan terpaksa dilarikan ke IGD RSUD Karimun.
Keduanya diketahui sedang melakukan pengerjaan perbaikan (repair) kapal tanker Sukses Energi 32 milik perusahaan kapal Soechi Lines dari Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam
-
Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah
-
Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran