Suara.com - PT AIA Financial (AIA) resmi menunjuk Kathryn Monika Parapak sebagai Chief Marketing Officer (CMO) mereka yang baru.
Kathryn nantinya akan memimpin kegiatan pemasaran, produk, dan menguatkan fokus customer centricity AIA di Indonesia.
Sebelumnya, Kathryn yang mengantongi gelar Master of Business Administration (MBA) dari IE Business School Madrid Spanyol juga pernah menjabat sebagai Head of Customer Office AIA dan sempat menjalankan peran sebagai Head of Brand & Communication AIA selama enam tahun.
Presiden Direktur AIA, Sainthan Satyamoorthy mengatakan dengan pengalamannya yang luas di bidang marketing serta fokusnya dalam membangun pengalaman nasabah yang lebih baik di setiap touch point.
"Saya sangat yakin bahwa Kathryn akan membantu AIA dalam mencapai strategi bisnis dan mendukung transformasi perusahaan demi meningkatkan pengalaman asuransi nasabah secara menyeluruh. Kathryn akan menjalankan peran krusial untuk memastikan brand promise AIA akan terus sejalan dengan berbagai inovasi dan teknologi yang tengah AIA kembangkan," kata Sainthan dalam keterangan persnya, Kamis (22/7/2021).
Sementara itu Kathryn Monika Parapak mengatakan sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi saya untuk mengemban kepercayaan dalam memimpin fungsi Marketing di AIA dan melanjutkan pondasi kuat yang telah dibangun oleh seluruh tim.
"Di tengah kondisi yang sangat menantang seperti saat ini, AIA akan terus fokus menyediakan solusi proteksi kepada seluas – luasnya masyarakat Indonesia serta membantu masyarakat menjalani hidup di tengah pandemi dengan rasa tenang," ucapnya.
Di bawah kepemimpinan Kathryn di bidang Marketing, AIA akan fokus meningkatkan literasi asuransi masyarakat, termasuk brand building untuk menjaga citra dan reputasi perusahaan, mengukuhkan posisi AIA sebagai perusahaan asuransi jiwa terdepan dan terpercaya di Indonesia.
AIA juga terus melancarkan berbagai upaya untuk membantu masyarakat menerapkan pola hidup sehat salah satunya dengan AIA Vitality, terobosan health & wellness yang terintegrasi dengan produk proteksi AIA.
Baca Juga: Simak Daftar Asuransi Terbaik 2021: AIA Financial hingga Allianz
Sepanjang 2020 AIA berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif berkat fokus pada solusi proteksi untuk nasabah di tengah pandemi. AIA mengumpulkan aset sebesar Rp 53,3 triliun, meningkat dari periode yang sama di tahun lalu yaitu Rp 50 triliun juga mencatatkan pendapatan premi sejumlah Rp 13,5 triliun dengan rasio pencapaian solvabilitas hingga 630 persen jauh melebihi ketentuan pemerintah sebesar 120 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026