Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ingin memperluas penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
Ia menginginkan, aplikasi PeduliLindungi bisa digunakan sebagai alat pembayaran.
Hal tersebut dikatakannya, saat menghadiri pembukaan Puncak Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 yang disiarkan di Kanal YouTube Bank Indonesia pada Kamis (23/9/2021).
Untuk diketahui, saat ini aplikasi PedulLindungi menjadi sentral bagi masyarakat untuk berkegiatan. Mulai dari melakukan perjalanan, hingga masuk ke mal harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
"KKI mampu mencetak produk premium disertai pembayaran digital melalui QRIS, mungkin kita akan masukkan ke digital pedulilindungi, jadi platform apa aja yang bisa masuk," ujar Luhut.
Lebih lanjut, Wakil Ketua KPCPEN ini mengatakan, keinginan tersebut didasarkan untuk membuktikan ke mata dunia, bahwa Indonesia bisa berubah dan bisa mengembangkan aplikasi digital.
"Jadi kita tunjukkan ke dunia Indonesia berubah, Indonesia bukan seperti 10 tahun lalu, Indonesia baru yang tangguh," ucap dia.
Di sisi lain, Luhut juga mengingatkan, agar para pelaku usaha menciptakan produk-produk yang berkualitas dan jangan mempermalukan Indonesia dengan produk-produk yang jelek.
"Ingat kualitas ini sangat penting, jangan pernah menjual produk yang tidak bagus nantinya jadi backfire ke kita semua," katanya.
Baca Juga: DIY Perbolehkan Perusahaan Esensial Beroperasi, Wajib Pakai PeduliLindungi
Mantan Menkopolhukam ini juga menambahkan, perlu ada pihak yang menjaga kualitas produk-produk yang dibuat pelaku usaha.
Selain menjaga, ujar Luhut, pihak tersebut juga memberikan pelatihan agar bisa menciptakan produk yang diharapkan konsumen.
"Saya titip harus ada quallity control dari kita ke semua produk UMKM, dan kita beri training, itulah yang dibutuhkan pasar," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?