Suara.com - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan mengumumkan perubahan kebijakan dramatis pada Rabu yang akan membuka jalan bagi kenaikan suku bunga pertamanya pada tahun depan.
Mengutip CNBC, Rabu (15/12/2021) pasar mengantisipasi The Fed akan mempercepat penghentian program pembelian obligasi, mengubah tanggal lebih cepat menjadi Maret dari awalnya Juni.
Itu akan membebaskan bank sentral untuk mulai menaikkan suku bunga dari nol, dan pejabat The Fed diperkirakan akan merilis perkiraan baru yang menunjukkan dua hingga tiga kenaikan suku bunga pada 2022 dan tiga hingga empat kali pada 2023.
Sebelumnya, tidak ada konsensus untuk kenaikan suku bunga pada tahun 2022, meskipun setengah dari pejabat Fed mengharapkan setidaknya satu.
“Saya pikir keluar dari bisnis pelonggaran sudah sangat terlambat,” kata Rick Rieder, kepala investasi pendapatan tetap global di BlackRock.
The Fed menerapkan program pelonggaran kuantitatif untuk memerangi dampak pandemi pada awal 2020, dan juga memangkas suku bunga acuannya ke level nol.
Rieder mengatakan dengan mengakhiri pembelian obligasi lebih cepat, The Fed memberikan dirinya sendiri pilihan untuk menaikkan suku bunga.
“Saya pikir mereka bisa menaikkan suku bunga pada 2022. Saya tidak berpikir terburu-buru,” kata Rieder.
Dia mengatakan The Fed bisa menaikkan dua kali pada 2022, dan tiga hingga empat kali pada 2023.
Baca Juga: Bos Morgan Stanley Minta The Fed Segera Naikkan Suku Bunga
“Saya pikir data akan menentukan kapan mereka akan mulai. Saya tidak berpikir The Fed memiliki gagasan bahwa mereka harus memulai pada kuartal tertentu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara
-
Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen
-
Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah
-
Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840
-
Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini
-
IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout
-
Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen
-
SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini
-
Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat