Suara.com - Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) bersama Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kerjasama pemanfaatan sertifikat elektronik pada keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui Sertifikat Elektronik.
Kerjasama tersebut merupakan bentuk sinergi BSSN dengan stakeholder dalam meningkatkan aspek keamanan sesuai dengan Quadhelix. Terutama untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan menuju Smart Government.
Pelaksanaan penandatanganan Perjanjian tersebut dilangsungkan bersamaan dengan Launching aplikasi e-Office Sultra yang terintegrasi dengan modul eSign milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) BSSN RI, Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) untuk penerapan tanda tangan elektronik (TTE).
Pelaksanaan penandatanganan disaksikan langsung Sekretaris Utama BSSN RI, Syahrul Mubarak dan Gubernur Sultra Ali Mazi beserta unsur Forkopimda Sultra, para Bupati dan Walikota, Pimpinan Tinggi Pratama Provinsi Sultra serta jajaran pejabat BSSN lainya.
Kepala BSrE, Jonathan Gerhard Tarigan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut untuk mendukung Smart Government di lingkungan Pemprov Sulawesi Tenggara melalui pemanfaatan Sertifikat Elektronik. Salah satunya dalam bentuk Tanda Tangan Elektronik.
"Kegiatan ini dalam rangka mendukung transformasi digital Indonesia dan keamanan e-Government, khususnya di lingkup Pemprov Sulawesi Tenggara," ujar Jonathan ditulis Kamis (23/12/2021).
Menurut Jonathan, Aplikasi e-Office Pemprov Sultra yang terintegrasi dengan TTE BSrE menawarkan kemudahan penandatanganan dokumen secara elektronik dalam jumlah yang cukup banyak, dimana hanya dengan satu kali klik dokumen sebanyak apapun dapat ditandatangani dengan aman, nyaman, dimanapun dan kapanpun.
"Kita bisa melakukannya dimanapun dan kapanpun. Sekali klik kita bisa tanda tangan secara sah," katanya.
Jonathan berharap, dengan dukungan sertifikat elektronik BSrE ini seluruh jajaran dan pimpinan di lingkungan Pemprov Sultra dapat mengoptimalkan aplikasi e-Office dalam mewujudkan pelayanan pemerintah yang lebih efisien dan efektif, terutama dimasa pandemi seperti sekarang ini yang membatasi kita untuk melakukan aktifitas fisik secara langsung.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Pengguna, BSrE Launching Aplikasi BeSign
"Kita berharap semua jauh lebih mudah, jauh lebih efektif dan bisa kita akses dimanapun kita berada," katanya.
Sekedar informasi, BSrE menerbitkan Sertifikat Elektronik yang menjadi identitas digital sekaligus sebagai media yang dapat memberikan jaminan keamanan informasi, sesuai dengan slogan miliknya “Build Trust in Electronic Transactions". Penyelenggaraan layanan Sertifikat Elektronik BSrE diakui dan terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Pengakuan Nomor 936 Tahun 2019.
Terhitung sejak berdiri pada November 2016 sampai dengan Desember 2021, BSrE telah bekerjasama dengan lebih dari 380 stakeholder, terintegrasi dengan lebih dari 550 sistem elektronik, dan telah menerbitkan tidak kurang dari 176.685 Sertifikat Elektronik. Saat ini transaksi Tanda Tangan Elektronik BSrE mencapai lebih dari 500 ribu transaksi per hari dan menerbitkan setidaknya 4000 sertifikat tiap bulannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan
-
Danantara Pertimbangkan Garuda Indonesia Cicil Beli 50 Pesawat Boeing