Suara.com - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) melalui Departemen PKBL & Humas menyerahkan bantuan tanggap darurat atau masa panik untuk korban bencana alam banjir di Lhoksukon Aceh Utara.
Bantuan tanggap darurat dari PT PIM ini didistribusikan ke beberapa titik dan bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh Utara dan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Aceh Utara untuk didistribusikan kepada korban banjir yang terisolir dan sulit ditembus oleh kendaraan di pedalaman Aceh Utara.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Vice President PKBL & Humas PIM Nasrun beserta staf di beberapa posko bencana, saat penyerahan bantuan ke posko Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) dihadiri oleh Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Arm Oke Kristianto SAP selaku penanggungjawab pendistribusian bantuan kepada korban banjir di Lhoksukon Aceh Utara.
Pendistribusiaan bantuan dilanjutkan ke dapur umum Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Aceh utara di desa Alue Buket kecamatan Lhoksukon dan dilanjutkan pemberian bantuan untuk korban banjir di lokasi yang berdampak sepanjang jalan yang dilalui tim PKBL & Humas.
"Bantuan tanggap darurat untuk korban banjir ini merupakan kepedulian PT Pupuk Iskandar Muda untuk membantu saudara-saudara kita yang berdampak banjir melalui Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan, dua hari lalu PIM juga membantu masyarakat korban banjir di Kecamatan Dewantara desa Tambon Baroh & Tambon Tunong dan beberapa warga lingkungan," kata Nasrun ditulis Kamis (6/1/2022).
Tim Medis dari Rumas Sakit PIM besok kamis, 6 Jan 2022 akan ikut bergabung dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Aceh Utara untuk memberikan pelayanan Kesehatan di lokasi desa Pirak Timu Kecamatan Lhoksukon yang sangat parah dampak banjirnya, ujar Nasrun.
Rizal Fahmi sebagai penanggung jawab lapangan Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lhokseumawe, mengucapakan terima kasih kepada PT PIM yang selama ini setiap ada banjir di Aceh Utara selalu cepat memberikan bantuan tangggap darurat yang bekerjasama dengan kami tim ACT begitu juga bantuan social lainnya selalu bekerjasama dengan ACT.
"Bantuan sembako dari PT PIM ini akan kami salurkan untuk masyarakat korban banjir di pedalaman Aceh Utara," kata Rizal.
Di waktu yang sama Mukhtaruddin selaku Ketua IPSM Aceh Utara mengucapkan rasa syukur atas bantuan PT PIM yang selau setia terhadap masyarakat yang di timpa musibah banjir dan terus bersinergi bersama IPSM Aceh Utara untuk mendistribusikan bantuan kepelosok desa, karena setiap tahun banjir di Lhoksukon terus terjadi.
Baca Juga: Hampir 20.000 Warga Bungo Jambi, Korban Bencana Banjir
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998