Suara.com - Orang terkaya di Asia versi Forbes, Mukesh Ambani belum lama ini kembali menunjukkan taji kekayaannya dengan membeli saham Mandarin Oriental seharga USD98 juta (Rp1,4 triliun). Nominal itu tentu bukan jadi masalah bagi pria berharta USD92,9 miliar (Rp1.372 triliun) tersebut.
Melalui perusahaan raksasa miliknya, Reliance Industries pada Sabtu (8/1/2021) mengabarkan, Ambani mengakusisi induk perusahaan penginapan yang berbasis di Cayman Islands tersebut. Perusahaan terkait sebelumnya sebagian besar sahamnya dikuasai Investment Corporation of Dubai.
Meski sudah mendapatkan lampu hijau, kesepakatan ini diharap selesai pada Maret nanti. Pihak Ambani mengakui, mereka juga berencana mengakusisi saham yang tersisa guna memperkuat kepemilikan mereka.
Mengutip Warta Ekonomi, pada 2015 silam, perusahaan Dubai mengakusisi perusahaan itu dengan Mandarin Oriental Hotel Group masih memiliki 25% saham.
Sebelumnya, nilai perusahaan itu diperkirakan mencapai, USD98,2 juta (Rp1,4 triliun). Dengan aksi akusisi di harga lebih murah, Reliance meyakini kesuksesan di masa depan.
Sementara, sebuah laporan pada 2007 lalu menuliskan, properti itu masih bernilai USD340 juta (Rp4,8 triliun).
Seperti kebanyakan hotel, Mandarin Oriental juga terpuruk dilanda pandemi Covid-19. Dalam pengajuan bursa saham hari Sabtu, Reliance mengatakan bahwa hotel New York hanya menerima USD15 juta (Rp214 miliar) sepanjang tahun 2020, dibandingkan dengan USD115 juta (Rp1,6 triliun) dan USD113 juta (Rp1,6 triliun) pada 2018 dan 2019.
Berita Terkait
-
Gedung Apartemen Terbakar, 17 Orang Tewas Termasuk 8 Anak-anak
-
Jadi Salah Satu Artis Terkaya di Indonesia, Ini Dia Sumber Kekayaan Raffi Ahmad
-
Belum Seminggu Menjabat, Wali Kota New York Ingin Bangun Pusat Bitcoin Dunia
-
Review Buku Atomic Habits: Solusi untuk Membangun Kebiasaan Baru
-
Kekayaan Orang Terkaya di Dunia Justru Bertambah Selama Pandemi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025