Suara.com - Korea Selatan semakin 'ramah' dengan dunia virtual usai pada Kamis (20/1/2021) meluncurkan peta jalan jangka panjang untuk mendorong industri metaverse-nya, dengan tujuan menjadi pasar terbesar kelima di dunia dalam lima tahun ke depan.
Mengutip Yonhap, Korea Selatan akan mendorong setidaknya 220 perusahaan metaverse dengan volume penjualan lebih dari 5 miliar won (4,2 juta dollar AS) dan membuat "akademi metaverse" tahun ini untuk membina 40.000 ahli lokal pada tahun 2026.
"Metaverse adalah 'Dunia Baru' digital dengan kemungkinan tak terbatas," kata Menteri Sains dan TIK Lim Hye-sook, seraya mencatat bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan industri dan kementerian terkait.
Belakangan, metaverse memang semakin menunjukkan pesonanya usai banyak orang mengalihkan aktivitas mereka secara online di tengah pandemi.
Korea Selatan juga berencana untuk membangun lembaga bahasa Korea online di platform metaverse untuk orang asing dan memulai beberapa proyek untuk menerapkan teknologi metaverse dalam pariwisata, kedokteran dan seni, termasuk di K-pop.
Untuk mendorong pertumbuhan lebih lanjut, negara itu juga akan menjalankan "K-Metaverse Academy" untuk membantu startup metaverse global memasuki pasar dalam negeri dan menghubungkan mereka dengan perusahaan konten lokal.
Saat ini, Korea Selatan dikatakan berada di peringkat ke-12 dunia dalam hal pangsa pasar di industri metaverse.
Berita Terkait
-
Disambut Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan Segera Gabung Klub Korea Selatan?
-
Erick Thohir: NFT Positif untuk Anak Muda
-
5 Potret Anak Artis Rayakan Ulang Tahun Bertema BTS, Ada Bilqis dan Gempi
-
Permintaan Menikah Ditolak oleh Biro Jodoh, Pria di Korea Selatan Nekat Bakar Diri
-
Prediksi Tren NFT Pada Tahun 2022, Masihkah Banyak Peminat?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara
-
Pelindo Ganti Jajaran Direksi, Mantan Bos Pertamina Jadi Dirut
-
HIPMI Jaya dan Jabar Targetkan Perputaran Uang Rp500 Miliar
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati
-
Menko Zulhas Ungkap Proyek Waste-to-Energy Besutan Danantara Cuma Beresin 20 Persen Masalah Sampah
-
IHSG Meroket di Awal Pekan ke Level 8.300, 484 Saham Cuan
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga