Suara.com - Induk Facebok Meta Platforms mengalami penurunan nilai saham yang cukup dalam pada perdagangan Kamis dengan turun hingga 26%. Bahkan, nilai kapitalisasi pasar Facebook juga anjlok hampir USD 240 miliar.
Seperti dikutip dari CNBC, Penurunan saham dan kapitalisasi pasar ini setelah, Facebook melaporkan penurunan laba selama tiga bulan terakhir pada tahun lalu. Penurunan kapitalisasi pasar ini, yang terburuk dibandingkan perusahaan raksasa lainnya.
Penurunan, nilai kapitalisasi pasar melampaui rekor sebelumnya yang dibuat oleh Apple, ketika kehilangan nilai pasar USD 182 miliar pada September 2020.
Tujuh penurunan terbesar dalam sejarah pasar saham semuanya terjadi dalam dua tahun terakhir, karena Apple , Microsoft , Tesla dan Amazon telah menggelembungkan penilaian.
Sebelum tahun 2020, nilai kapitalisasi Facebook juga alami penurunan hingga 119 miliar pada tahun 2018. Itu juga terjadi setelah Facebook memperkirakan pendapatan di bawah perkiraan analis.
Penurunan nilai Meta terjadi saat perusahaan melihat masa lalu bisnisnya saat ini, seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp, dan menuju metaverse, dunia virtual yang didasarkan pada teknologi baru.
Chief Executive Officer Mark Zuckerberg mengumumkan pada hari Rabu bahwa Meta mengalami kerugian bersih sebesar USD 10 miliar pada tahun 2021 yang disebabkan oleh investasi Meta di metaverse.
Sebelumnya, Mark Zuckerberg kehilangan kekayaan bersih 29 miliar dolar AS pada Kamis (3/2/2022) karena saham Meta Platforms Inc menandai rekor penurunan satu hari menyusul perkiraan perolehan laba mengecewakan yang mengguncang lanskap saham teknologi global.
Saham Meta terjun 26 persen, menghapus lebih dari 200 miliar dolar AS dalam penghapusan nilai pasar satu hari terbesar yang pernah ada untuk sebuah perusahaan AS. Itu menurunkan kekayaan bersih pendiri dan Chief Executive Officer Zuckerberg menjadi 85 miliar dolar AS, menurut Forbes.
Baca Juga: Saham Meta Terjun 26 Persen, Mark Zukcerberg Kehilangan Kekayaan Sekitar Rp 400 Triliun Sehari
Zuckerberg memiliki sekitar 12,8 persen dari raksasa teknologi yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook.
Penurunan kekayaannya dalam satu hari adalah salah satu yang terbesar yang pernah ada dan terjadi setelah kerugian satu hari bos Tesla Inc senilai 35 miliar dolar AS pada November. Musk, orang terkaya di dunia, kemudian mensurvei pengguna Twitter apakah dia harus menjual 10 persen sahamnya di pembuat mobil listrik. Saham Tesla belum pulih dari aksi jual yang diakibatkannya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat
-
Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026
-
CORE Sebut Penurunan Harga LNG Tekan Risiko PHK, Namun Bukan Solusi Tunggal
-
Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008
-
Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun
-
Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya
-
Polemik Revisi UU Hak Cipta: Nasib Musisi, UMKM Hingga Jurnalis Dipertaruhkan
-
Ekonomi Sirkular Dinilai Bisa Ciptakan Peluang Usaha Baru, Industri Didorong Perbanyak Daur Ulang
-
IHSG Jadi Bursa Kinerja Terburuk Global, Aksi Jual Saham Perbankan Tekan Perdagangan
-
BUMI Ambles Terus-terusan, Segini Target Harga Sahamnya