- IHSG terkoreksi 0,31 persen ke level 8.265 pada Kamis, 12 Februari 2026, dipicu aksi ambil untung investor jangka pendek.
- Sektor kesehatan mencatat koreksi terdalam, sementara sektor basic material memberikan penopang kenaikan terbesar pada hari itu.
- Rupiah melemah terhadap dolar AS menyusul data tenaga kerja AS yang kuat, menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi diperdagangan Kamis, 12 Februari 2026, setelah terlalu nyaman melesat. Pelemahan ini, seiring aksi ambil untung menjelang libur panjang akhir pekan.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup turun 0,31 persen ke level 8.265. Pelemahan ini terjadi setelah indeks mencatat reli selama tiga hari berturut-turut.
Phintraco menilai tekanan pada IHSG antara lain dipicu aksi profit taking, di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian. Investor pun cenderung menerapkan strategi trading jangka pendek.
Secara sektoral, sektor kesehatan mencatat koreksi terdalam pada perdagangan hari ini. Sebaliknya, sektor basic material menjadi penopang dengan kenaikan terbesar.
Dari sisi eksternal, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah di level Rp16.810 per dolar AS. Pelemahan terjadi seiring penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, setelah data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih baik dari estimasi menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.
Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA5 dan MA200, meski gagal menembus resistance di level 8.300. Phintraco mencatat histogram negatif MACD terus menyempit dan Stochastic RSI bergerak menguat di area pivot.
Untuk perdagangan Jumat (13/2), IHSG diperkirakan bergerak sideways dalam rentang support 8.180 dan resistance 8.300, menjelang libur Tahun Baru Imlek. Level pivot berada di 8.250.
Pelaku pasar juga akan mencermati agenda domestik, di mana Presiden Prabowo berencana menggelar sarasehan ekonomi pada Jumat (13/2).
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi ekonomi nasional dan respons pemerintah atas dinamika global, termasuk keputusan Moody’s Ratings yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Baca Juga: Setelah Gaspol IHSG Terkoreksi 0,38% di Sesi I, 386 Saham Turun
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 40,20 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 23,77 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,96 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 313 saham bergerak naik, sedangkan 401 saham mengalami penurunan, dan 244 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, INDS, ROCK, SSTM, ARGO, ENRG, SMGR, UNIC, TINS, UDNG, MGLV, LUCY, SINI.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SOTS, GMTD, IFSH, JSPT, ITMA, RDTX, SIPD, IBST, DUTI, RMKE, FILM, ARKO.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
Terkini
-
Wamenkeu Minta Bunga Kredit Pusat Investasi Pemerintah Maksimal 4 Persen, Tak Boleh Lebihi Bank
-
Wamenkeu Minta Penerima Kredit Ultra Mikro Surakarta Ditambah, Baru Ada 25 Ribu Orang
-
Rupiah Sendirian Terpuruk di Asia, Tumbang ke Level Rp 16.828/USD
-
Kuota Produksi Dipangkas 71 Persen, PT Weda Bay Nickel Minta Pemerintah Revisi
-
Kemenkeu Ubah Kawasan Kumuh Surakarta Jadi Rumah Layak Huni, Gelontorkan Anggaran Rp 4,48 M
-
Pendaftaran Resmi Program Mudik Lebaran Gratis 2026
-
Pemerintah RI Pangkas Kuota Produksi Tambang Nikel Terbesar di Dunia, Harga Naik
-
Bitcoin Terjepit di Level USD 67.000, Bearish Mengintai
-
Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Kerbau 'Menggila', Intervensi Pemerintah Dipertanyakan
-
Prabowo Marah Besar Gegara MSCI, Bos BEI: Ini Peringatan Buat Kami