- Menkeu Purbaya Sadewa menyatakan strategi ekonomi Prabowo berlandaskan pertumbuhan tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial.
- Pemerintah mengaktifkan kembali pertumbuhan ekonomi sejak September 2025 melalui stimulus fiskal, moneter, dan percepatan belanja.
- Penyelesaian hambatan investasi mingguan melalui Satgas P2SP bertujuan memperbaiki iklim usaha dan mencapai target PDB 5,4 persen.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan strategi Presiden RI Prabowo Subianto dalam mengelola transisi ekonomi.
Menkeu Purbaya menjelaskan kalau arah pembangunan ekonomi nasional Pemerintah saat ini bertumpu pada tiga pilar utama.
Ia menilai pilar tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.
"Strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo bisa dilihat dari banyak angle, tapi yang saya terjemahkan dari sisi Sumitronomics ada tiga, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial. Kalau ketiganya enggak ada, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak bisa tercipta,” kata Menkeu, dikutip dari siaran pers, Kamis (12/2/2026).
Bendahara Negara menjelaskan pemerintah telah mengaktifkan kembali mesin pertumbuhan melalui kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil sejak September 2025.
Para kementerian, lembaga, hingga Pemerintah Daerah (pemda) didorong untuk melakukan percepatan belanja. Purbaya juga menambah likuidasi ke sistem perekonomian sehingga kredit bisa tumbuh lebih cepat.
“Fiskal kita dorong, moneter kita dorong, private kita dorong juga. Itu yang membalikkan arah ekonomi kita di akhir tiga bulan tahun lalu,” tuturnya.
Selain mendorong pertumbuhan, Purbaya juga fokus memperbaiki iklim usaha melalui pembentukan task force debottlenecking. Lewat Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP), ia meminta para pelaku bisnis untuk mengadukan apabila ada kendala investasi.
Dari sana, Purbaya bakal melakukan sidang debottlenecking atau penyelesaian bisnis setiap minggu. Dengan begitu iklim investasi Indonesia bakal membaik.
Baca Juga: Wamenkeu Minta Bunga Kredit Pusat Investasi Pemerintah Maksimal 4 Persen, Tak Boleh Lebihi Bank
"Dunia bisnis menghargai hal ini dan ke depan saya yakin kalau setahun ini kita jalankan terus setiap minggu (sidang) debottlenecking itu, akhir tahun saya akan menghilangkan hampir semua bottleneck yang ada di dunia bisnis kita,” papar dia.
Purbaya turut mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan IV (Q4) 2025 mencapai 5,39 persen, tertinggi setelah Covid-19 dalam lima tahun terakhir.
Ke depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,4 persen pada tahun 2026 untuk memacu ekonomi Indonesia.
“Triwulan pertama ini kita akan inject semua stimulus yang ada di bank sentral, pemerintah, dan lain-lain untuk belanja habis-habisan memperbaiki iklim investasi supaya kita bisa ekspansi. Jadi harusnya kita akan lumayan oke tahun ini. PDB pada APBN (targetnya) 5,4 persen pertumbuhannya, tapi saya akan coba dorong ke arah 6 persen semaksimal mungkin. Jadi ekspansi ekonomi akan berlangsung terus sampai tahun 2030-2031,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Wamenkeu Minta Bunga Kredit Pusat Investasi Pemerintah Maksimal 4 Persen, Tak Boleh Lebihi Bank
-
Wamenkeu Minta Penerima Kredit Ultra Mikro Surakarta Ditambah, Baru Ada 25 Ribu Orang
-
Sinyal Kuat Golkar: Prabowo Dijamin Maju Lagi di Pilpres 2029, Asalkan...
-
Prabowo Panggil Mendikti ke Istana, Bahas Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro
-
Purbaya Akui Anggaran Pembuatan Kapal KKP Belum Dikucurkan
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
Terkini
-
Keasikan Terbang, IHSG Justru Melorot Imbas Aksi Ambil Untung
-
Wamenkeu Minta Bunga Kredit Pusat Investasi Pemerintah Maksimal 4 Persen, Tak Boleh Lebihi Bank
-
Wamenkeu Minta Penerima Kredit Ultra Mikro Surakarta Ditambah, Baru Ada 25 Ribu Orang
-
Rupiah Sendirian Terpuruk di Asia, Tumbang ke Level Rp 16.828/USD
-
Kuota Produksi Dipangkas 71 Persen, PT Weda Bay Nickel Minta Pemerintah Revisi
-
Kemenkeu Ubah Kawasan Kumuh Surakarta Jadi Rumah Layak Huni, Gelontorkan Anggaran Rp 4,48 M
-
Pendaftaran Resmi Program Mudik Lebaran Gratis 2026
-
Pemerintah RI Pangkas Kuota Produksi Tambang Nikel Terbesar di Dunia, Harga Naik
-
Bitcoin Terjepit di Level USD 67.000, Bearish Mengintai
-
Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Kerbau 'Menggila', Intervensi Pemerintah Dipertanyakan