Di sepanjang Jalan Raya Kuta kini mulai tampak pedagang kaki lima (PKL) yang ikut menjajakan barang dagangannya. Kebanyakan adalah penjual oleh-oleh, mulai dari baju-baju khas Bali sampai penganan tradisional.
Sebut saja Sandi yang mengaku sudah lama tidak bisa berjualan akibat lapaknya gulung tikar dampak pandemi Covid-19. Sebelumnya, ia berjualan di salah satu tempat parkir bus-bus pariwisata di kawasan Kuta.
"Sementara di sini dulu. Di sini kan yang bikin ramai Joger, tujuan utama orang-orang ke sini. Semua travel ngarahin ke sini. Jadi kita numpang cari makan karena Joger," ungkap Sandi.
Menurut bapak 2 anak itu, para PKL di sekitar toko Joger baru berjualan dalam waktu seminggu terakhir. Sandi mengatakan, mereka memanfaatkan momen keramaian sejak wisatawan mulai banyak kembali datang ke Bali.
"Saya baru beberapa hari jualan di sini. Sambil menunggu tempat, nanti seperti dulu di tempat parkir bus-bus pariwisata. Karena sekarang sudah mendingan banyak turis, dulu pas awal-awal Covid parah sekali kami nggak bisa jualan," kisahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ane, seorang ibu paruh baya asal Banyuwangi yang sudah puluhan tahun menjadi pedagang oleh-oleh baju di Bali. Ia mengaku selama 2 tahun terakhir beberapa kali banting setir berjualan barang lain, namun tak banyak mendapat keuntungan.
Setelah pariwisata Bali mulai dibuka, Ane kembali berdagang baju menyasar wisatawan.
"Ada lah (turis) lokal sekarang, biasanya sama bule jualannya. Gara-gara Corona abis bulenya," kata Ane.
Ane pun mengikuti sejumlah teman sesama pedagang oleh-oleh membuka lapak di sekitaran toko Joger untuk mencari pembeli.
Baca Juga: Bali Siap Sambut Wisman, Dubes Australia Sebut Warganya Sudah Tak Sabar Kembali ke Pulau Dewata
"Soalnya banyak bus pariwisata ke Joger. Saya baru 4 hari jualan di sini. Kami coba cari peruntungan. Lumayan karena Joger, kami juga jadi kecipratan rezeki," sebut Ane.
Bukan hanya pedagang baju saja yang banyak didatangi pembeli. Salah satu PKL yang menjual penganan khas Bali, Dade menyatakan kini sudah bisa bernafas lega sebab dagangannya setiap hari laku dibeli.
"Rame di Joger sini. Saya pindah-pindah awalnya, tapi 2 mingguan coba jualan di sini, lumayan jadi lebih banyak dapat berkatnya," ujar Dade.
Toko Joger Pabrik Kata Kata sendiri memang sudah banyak didatangi para wisatawan yang datang ke Bali. Dengan protokol kesehatan ketat, manajemen mengatur agar pembeli yang datang tetap nyaman saat berbelanja namun juga aman terhindar dari penyebaran virus Covid-19.
"Saya dan keluarga kalau ke Bali pasti ke sini sih emang belanjanya. Karena lengkap ya macem-macem ada, dan Joger kan unik ya barang-barangnya. Baju-bajunya juga khas banget," ucap salah seorang pelanggan di toko Joger Pabrik Kata Kata bernama Ari.
Perempuan asal Jakarta itu mengaku bersyukur kini Bali perlahan mulai kembali bisa menghidupkan pariwisatanya. Ari juga menyatakan, ia banyak membeli di toko UMKM-UMKM untuk membantu perekonomian Bali.
"Karena kalau dengar cerita mereka miris sekali, banyak juga yang usaha kecil gulung tikar gara-gara pandemi. Semoga Bali bisa kembali hidup lagi seperti sebelum Covid, karena Bali kan ikon pariwisata kebanggaan Indonesia ya," terang dia.
Sekalipun traffic di sekitar lokasi perbelanjaan oleh-oleh seperti si Jalan Kuta Raya terkadang padat, Ari menilai hal itu wajar mengingat ada banyak aktivitas perekonomian di daerah tersebut.
“Ya kan pusat perbelanjaan di sini nggak cuma satu aja, ada banyak juga. Tempat kuliner juga banyak. Wajarlah kalau agak macet-macet dikit. Namanya tempat wisata di mana-mana juga macet,” tukas Ari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?
-
Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM
-
BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG
-
Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?
-
Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih
-
Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD
-
Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit
-
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?