Suara.com - Selama bertahun-tahun, ribuan warga Kampung Tambat di Merauke, Papua, harus menggantungkan hidup pada kemurahan hati langit. Saat mendung tak kunjung datang, mereka terpaksa menggunakan sumur manual dengan air yang berbau belerang—sebuah pilihan sulit antara rasa haus dan risiko kesehatan.
Samuel Heremba, Kepala Kampung Tambat, mengenang masa-masa sulit tersebut.
"Dulu kami sangat mengandalkan tampungan air hujan. Ada sumur, tapi airnya mengandung belerang, kurang aman untuk digunakan," tuturnya.
Namun, kecemasan itu kini meluruh. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Pertamina (Persero) menghadirkan sistem sumur bor lengkap dengan reservoir penampungan dan fasilitas penyaringan. Kehadirannya begitu dinanti, bahkan sebelum seremoni peresmian dilakukan, warga sudah berbondong-bondong membawa jerigen mereka.
“Kini masyarakat tidak lagi khawatir terhadap kandungan belerang atau kesulitan air saat musim kemarau. Airnya sudah jauh lebih bersih dan penampungannya sangat cukup,” ujar Samuel dengan binar syukur.
Memperingati Hari Air Sedunia, 22 Maret 2026, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan Pertamina pada awal tahun 2026 ini telah membangun 7 titik sumur bor yang dilengkapi fasilitas filter dan pipa aliran di Merauke serta Jayapura. Fasilitas ini kini melayani 4.585 jiwa yang sebelumnya kesulitan mengakses air layak konsumsi.
“Bagi Pertamina, inisiatif air bersih ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya menjaga martabat kemanusiaan di wilayah yang paling membutuhkan. Program ini menjadi jembatan harapan agar warga di pelosok Papua hingga penyintas bencana di Sumatra bisa mulai menata hidup kembali dengan layak,” tegas Baron.
Kisah serupa, namun dalam balutan duka yang berbeda, dirasakan para penyintas bencana di Sumatra. Di sana, banjir dan lumpur sempat merenggut akses air bersih, menyisakan keputusasaan bagi warga seperti Putera. Ia menggambarkan kondisi air yang terpaksa disaring dari parit sebagai "air cappuccino" karena warnanya yang cokelat pekat.
Merespons kondisi darurat tersebut, Pertamina bergerak cepat membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga yang terdampak, serta menyalurkan 5 juta liter air melalui truk tangki. Langkah ini menjadi napas baru bagi lebih dari 17.000 jiwa penerima manfaat di wilayah bencana.
Baca Juga: Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
"Sangat membantu sekali air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Begitu bantuan air ini masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, kami benar-benar terbantu," ungkap Yanti, salah seorang penyintas bencana Sumatra.
Program penyediaan fasilitas air bersih ini merupakan langkah nyata Pertamina dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokus utamanya tertuju pada SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), yang diperkuat dengan kontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan kekeringan.
Bagi warga di Merauke, Jayapura, maupun para penyintas di Sumatra, setiap tetes air jernih yang mengalir adalah bukti nyata bahwa kepedulian Pertamina hadir melayani dengan sepenuh hati, tepat hingga ke depan pintu rumah mereka.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.***
Berita Terkait
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Presiden Imbau Hemat Energi, Ini Tips Masak yang Lebih Efisien dari Pertamina
-
Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global dalam Upaya Jaga Ketersediaan Pasokan Energi
-
Lebaran di Balik Panel Kontrol: Pekerja Kilang Pertamina Kawal Satgas Ramadan & Idulfitri 2026
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya