Bisnis / Keuangan
Selasa, 24 Maret 2026 | 17:48 WIB
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pasar saham Indonesia dibuka kembali pasca libur Lebaran dengan proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami penurunan lanjutan.
  • MNC Sekuritas memprediksi IHSG mungkin terkoreksi ke rentang 6.745-6.887 berdasarkan analisis teknikal gelombang saat ini.
  • Meskipun tren turun diprediksi, terdapat potensi penguatan jangka pendek dengan target terdekat antara 7.176 hingga 7.238.

Suara.com - Pasar saham Indonesia, besok mulai kembali dibuka, setelah libur lebaran. Namun, diproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa kembali merosot.

IHSG pada perdagangan terakhir Rabu (18/3), ditutup menguat 1,20 persen ke level 7.106 pada perdagangan terbaru, didukung oleh munculnya volume pembelian di pasar.

Mengutip riset MNC Sekuritas, posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase teknikal tertentu yang membuka peluang penurunan lanjutan.

"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam atau wave (2) pada label merah. Hal tersebut berarti, terdapat kemungkinan IHSG masih akan melanjutkan koreksinya ke rentang 6,745-6,887," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya seperti dikutip, Selasa (24/3/2026).

OJK menyambut rencana Danantara untuk menjadi salah satu pemegang saham PT BEI. IHSG anjlok parah pada 28 dan 29 Januari setelah MSCI mengumumkan menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar modal Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks. [Antara]

Meski demikian, peluang penguatan jangka pendek masih terbuka dengan target terdekat di kisaran 7.176 hingga 7.238.

Adapun level support IHSG berada di 6.991 dan 6.843, sementara resistance di 7.156 dan 7.239.

Rekomendasi Saham

Seiring dengan pergerakan IHSG, MNC Sekuritas juga memberikan sejumlah rekomendasi saham yang menarik dicermati pelaku pasar.

Saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) direkomendasikan buy on weakness setelah menguat 4,35 persen ke level 288.

Baca Juga: IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

Sementara itu, saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) melonjak signifikan 15,63 persen ke level 2.960 dan berhasil menembus MA20. MNC Sekuritas menilai EXCL berada di awal tren penguatan lanjutan.

Untuk saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), MNC Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy meski terkoreksi 3,46 persen ke level 2.510. Saham ini dinilai masih berpeluang menguat selama bertahan di atas 2.410.

Sementara saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 2,19 persen ke level 700 dan masih berada di atas MA60. Posisinya dinilai berada di awal fase penguatan.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More