Suara.com - Semenjak pandemi dua tahun terakhir, secara tidak langsung telah membangkitkan minat orang-orang untuk terjun ke dunia investasi, salah satunya trading Forex.
Namun, yang harus diperhatikan dalam trading Forex adalah soal legalitas broker. Jangan sampai uang yang diinvestasi malah hangus karena tergiur dengan investasi bodong.
"Jadi kriteria utama memilih broker Forex adalah mengecek legalitas perusahaan," kata Komisaris Utama Didimax Berjangka, Yadi Supriyadi dalam keterangan persnya, Minggu (10/4/2022).
Sejauh ini, kata Yadi, hanya ada 62 perusahaan broker yang secara legal diizinkan di Indonesia. Adapun cara untuk memeriksa legalitas broker dapat dilakukan dengan melihat izin perusahaan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).
Dirinya pun mencontohkan seperti halnya Didimax yang telah terdata resmi dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, dengan nomor regulasi 44/BAPPEBTI/SI/XII/2000.
"Hal ini jelas menunjukkan bahwa Didimax telah melengkapi syarat-syarat perijinan serta tempat yang aman untuk anda memulai berinvestasi," katanya.
Kata Yadi, Didimax telah berdiri sejak tahun 2000 dan berkantor pusat di Jl. Garuda No 88 Bandung 40184. Sebagai salah satu broker forex, layanan yang disediakan Didimax juga bermacam-macam. Meliputi trading berjangka pada instrumen mata uang (forex), emas, perak, dan komoditi dan dilakukan secara full online.
"Kami tidak pernah terkena masalah terkait pelayanan hingga finansial, membuat Didimax dikategorikan sebagai Broker Pendidikan Forex Terbaik Indonesia pada tahun 2018 dan 2020 menurut platform Global Banking and Finance U.K.
Menurut dia sebagai perusahaan yang masuk dalam review broker forex, Didimax berkomitmen akan mengedukasi dan memberikan pelayanan yang terbaik agar pemakai dapat dengan nyaman mendapat ilmu sekaligus mencoba berinvestasi.
Baca Juga: Colek OJK, Puan Maharani Soroti Maraknya Investasi Bodong di Indonesia
Selain itu, Didimax mendapat dukungan dari para profesional yang cukup familiar dengan kebutuhan para calon investor dalam memilih platform. Dengan demikian.
"Didimax secara tidak langsung telah memenuhi syarat dan pra-syarat kebanyakan orang untuk dijadikan tempat melakukan investasi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Colek OJK, Puan Maharani Soroti Maraknya Investasi Bodong di Indonesia
-
Dua Tersangka Robot Trading DNA Pro Ditangkap di Hotel Mewah
-
Imbauan untuk Warga NTT Agar Tak Terjebak Investasi Ilegal
-
Nama Ivan Gunawan Disebut Dalam Kasus Penipuan Investasi Aplikasi Robot Trading DNA Pro
-
Puan Ingatkan DK OJK Terpilih Pentingnya Perlindungan Masyarakat dari Investasi Ilegal
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Harga Avtur di Bandara SoekarnoHatta Naik Lagi, Melonjak 16,6 Persen, Tembus Rp27.357/Liter
-
Kado Pahit Buat Buruh, Permenaker 7/2026 Langgengkan 'Perbudakan Modern' Alih Daya?
-
Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!
-
BTN Genjot Pariwisata Nasional Lewat Keuangan Digital
-
Harga Emas Global Menguat, Kemendag Naikkan HPE dan HR Emas pada Awal Mei 2026
-
Mandiri Inhealth Raup Laba Rp82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz
-
Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M
-
KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia
-
Fundamental Kuat Jadi Alasan Saham BBRI Masih Jadi Rekomendasi