Suara.com - Harga minyak dunia anjlok sekitar 4 persen pada perdagangan Senin, dengan Brent jatuh di bawah USD100 per barel di tengah kekhawatiran pandemi Covid-19 akan memangkas permintaan di China.
Selain itu Badan Energi Internasional (IEA) berencana untuk merilis rekor volume minyak dari stok strategis.
Mengutip CNBC, Selasa (12/4/2022) minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup pada level terendah sejak 25 Februari, sehari setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup merosot USD4,30, atau 4,2 persen menjadi USD98,48 per bare. Itu adalah penutupan terendah untuk Brent sejak 16 Maret.
Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah WTI, menyusut USD3,97, atau 4,0 persen menjadi menetap di USD94,29 per barel.
"Konsumsi bahan bakar di China, importir minyak terbesar dunia, terhenti dengan penguncian Covid-19 di Shanghai," kata analis Eurasia Group.
Shanghai, pusat keuangan China, mulai melonggarkan penguncian di beberapa daerah, Senin, meski melaporkan rekor lebih dari 25.000 infeksi Covid-19 baru.
"Bahkan ketika pembatasan di Shanghai dicabut, kebijakan nol-Covid China kemungkinan akan tetap menjadi hambatan permintaan," kata Eurasia Group
Penguncian Shanghai kemungkinan mengurangi konsumsi minyak keseluruhan China hingga 1,3 juta barel per hari (bph).
Baca Juga: Usai Naik Tinggi, Harga Minyak Dunia Terus Bergerak Melemah
Untuk membantu mengimbangi kekurangan minyak mentah Rusia setelah Moskow terkena sanksi, negara-negara anggota IEA, termasuk Amerika Serikat, akan melepaskan 240 juta barel minyak selama enam bulan ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya