- Turki menegaskan Perjanjian Pertahanan Makkah tidak dirancang untuk menargetkan atau memusuhi Iran.
- Aliansi militer tiga negara mengadopsi mekanisme pertahanan kolektif mirip pasal lima NATO.
- Kesepakatan ini bertujuan membangun kemandirian keamanan kawasan tanpa bergantung pada kekuatan luar.
Suara.com - Turki menegaskan Perjanjian Pertahanan Makkah atau Pakta Pertahanan Makkah yang melibatkan Arab Saudi dan Pakistan murni ditujukan untuk stabilitas regional. Kesepakatan kolektif ini sama sekali tidak menetapkan Iran sebagai ancaman bersama.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyebut Pakta Makkah tersebut bekerja mirip mekanisme pertahanan NATO. Namun, bantuan militer baru aktif saat negara anggota yang diserang mengajukan permintaan resmi.
Kehadiran aliansi tiga negara ini menawarkan arsitektur keamanan baru berbasis kekuatan mandiri kawasan. Langkah strategis ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan historis terhadap kekuatan luar.
Penandatanganan pakta di Makkah mencakup komitmen bantuan intelijen, logistik, amunisi, hingga pengiriman pasukan. Ketiga negara juga menyepakati transfer teknologi pertahanan dan pembentukan sekretariat tetap di Arab Saudi.
Fidan menjelaskan penyusunan naskah ini sudah berlangsung selama dua tahun delapan bulan. Rentang waktu panjang tersebut membuktikan bahwa aliansi terbentuk bukan karena eskalasi mendadak dengan Tehran.
Dalam wawancara resmi, Fidan membeberkan bahwa tidak ada nama negara tertentu yang ditulis sebagai musuh.
“Tidak ada ancaman bersama yang kami tuangkan dalam bentuk tertulis,” tegasnya, dikutip dari Al Jazeera, Senin (10/8/2026).
Ia menambahkan negara mana pun yang tidak menyerang anggota aliansi tidak akan menjadi sasaran tindakan militer. Skema ini murni mekanisme bertahan demi menjaga kedaulatan tiap anggota dari serangan luar.
Di sisi lain, pejabat Iran menyampaikan keraguan atas efektivitas perjanjian tiga negara tersebut. Anggota Komisi Keamanan Nasional Iran Mahmoud Nabavian menilai kerja sama ini tidak menjamin keamanan Arab Saudi.
Baca Juga: 3 WNI Korban TPPO Dipulangkan! Sempat Tergiur Iming-iming Gaji ART Rp7 Juta di Turki
Senada dengan itu, Ebrahim Rezaei menyebut kesepakatan tersebut hanya sebatas perjanjian di atas kertas. Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerukan persaudaraan sejati sambil menegaskan kesiapan tempur pasukannya.
Respons skeptis dari Tehran muncul di tengah upaya penataan ulang keamanan di Timur Tengah. Turki justru berencana memperluas jangkauan kerja sama ini ke negara-negara tetangga lainnya.
Visi Ekspansi Aliansi Mandiri Kawasan
Fidan menekankan pentingnya peran aktif negara-negara regional dalam mengelola keamanan mandiri.
“Hegemon eksternal yang masuk ke kawasan tidak menyelesaikan masalah; mereka justru memperparahnya,” ujarnya.
Menurutnya, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan hanyalah pilar inti dari gagasan aliansi yang lebih besar. Penguatan pertahanan kawasan dinilai memerlukan partisipasi aktif dari banyak pihak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Apa Tujuan Pakta Pertahanan Makkah yang Digagas Turki dan Arab Saudi?
-
Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
-
Hilal Firmansyah Mantap Maju Jadi Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor
-
Apa Saja Bahan Aktif yang Biasanya Terkandung dalam Serum Penumbuh Rambut?
-
Gus Yaqut Tegaskan Kuota Haji Tambahan 20 Ribu Adalah Instruksi Langsung Jokowi
-
Misteri Kardus Cokelat Berisi Jasad Bayi Gegerkan Pahoman
-
Ketua Komisi X DPR RI Minta Temuan Barang Diduga Senjata di Sekolah Diusut Transparan
-
Kasus Naik ke Penyidikan, Benarkah Sutrimo Karumga Febrie Jadi Korban Pembunuhan Berencana?
-
Review Drama The Guest, Sisi Kelam Jiwa Manusia dan Teror Supranatural
-
Review Nourish Acne Plast Isi 12s, Patch Tipis Ampuh Bikin Jerawat Cepat Kempes?