Suara.com - Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) bisa menjadi politeknik yang menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul bidang ketenagakerjaan dan pendaftaran untuk mahasiswa baru telah dibuka sampai 1 Juli 2022.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi mengatakan, sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kemnaker, Polteknaker dapat menjadi politeknik unggul menghasilkan SDM yang mampu menangani bidang ketenagakerjaan dalam persaingan global.
Dalam menghadapi persaingan global, tuturnya, berbagai misi dilakukan Polteknaker dengan menyelenggarakan pendidikan vokasi dan penelitian terapan di bidang ketenagakerjaan.
"Para lulusan Polteknaker diharapkan dapat menjadi SDM yang cerdas, terampil, dan mandiri untuk siap bekerja pada instansi pemerintah, swasta, bahkan berwirausaha," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi beberapa saat lalu.
Untuk diketahui, Polteknaker memiliki tiga program studi peminatan yaitu D-IV Relasi Industri dengan gelar Sarjana Terapan Relasi Industri (S.Tr.M), D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan gelar Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (S.Tr.K3) serta D-III Manajemen Sumber Daya Manusia dengan gelar Sarjana Terapan Manajemen Sumber Daya Manusia (A.Md.,MSDM).
"Ketiga program studi tersebut hadir sebagai solusi kebutuhan akan SDM yang kompeten dan profesional di bidang ketenagakerjaan," ujar Sekjen Kemnaker Anwar.
Polteknaker Kemnaker sendiri telah membuka pendaftaran penerimaan bagi mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2022/2023. Pendaftaran dibuka secara daring sejak 23 Mei hingga 1 Juli 2022 yang dapat diakses lewat situs pmb.polteknaker.ac.id.*
Berita Terkait
-
Di Sidang ILC ke-110, Indonesia Nyatakan Siap untuk Terapkan Hak Dasar dan K3 di Tempat Kerja
-
Kemnaker Siap Menambah Wilayah Penempatan PMI di Arab Saudi
-
Pendaftaran Polteknaker Dibuka, Siap Hasilkan SDM Berkompeten di Bidang Ketenagakerjaan
-
Ingin Terus Jadi Lebih Baik, Kemnaker Siap Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan
-
Kemnaker Minta Gejolak Hubungan Industrial Diselesaikan Lewat Kemitraan Strategis dan Dialog
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi