Suara.com - Ucapan Juru bicara Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP), Nupur Sharma yang menghina Nabi Muhammad berbuntut panjang.
Kini ucapannya itu membuatnya dicopot dari jabatannya sebagai Juru Bicara. Belakangan, sejumlah warganet Indonesia turut menyuarakan kemarahan mereka kepada India.
"Saya pribadi mengecam keras pernyataan politisi India dari Partai BJP Nupur Sharma yg menghina Rasulullah SAW. Smg pemerintah segera mengambil sikap tegas dgn ikut mengecam hal ini. India hrs belajar dr Indonesia bgmna mayoritas menghormati yg minoritas," tulis akun Hilmi Firdausi.
"Mengecam keras pernyataan politisi India dari Partai BJP Nupur Sharma yg menghina Rasulullah Kami berharap pak @Jokowi segera mengambil sikap tegas dgn ikut mengecam hal ini. India harus byk belajar dari Indonesia bgmna mayoritas menghormati yg minoritas," tulis Muhammad Assaewad.
Saat ini, ribuan cuitan bertagar #BoikotIndia mulai naik hingga masuk dalam salah satu trending di twitter.
Sebelumnya, Kepala Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci Sheikh Abdur-Rahman Al-Sudais turut mengutuk dan mengecam pernyataan Juru Bicara Partai Bharatiya Janata Party (BJP) Nupur Sharma di India yang menghina Nabi Muhammad dalam sebuah debat di televisi setempat pada Mei lalu.
Hal tersebut disampaikan Al-Sudais untuk menanggapi pernyataan politisi dari partai berkuasa di India itu, seperti dikutip dari akun Haramain Sharifain di Twitter, Senin (6/6/2022)
Tidak hanya itu, Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi atas nama seluruh organisasi, termasuk para khatib, imam, cendekiawan, dan karyawannya, mengutuk semua pernyataan dan gambar yang menyinggung Nabi Muhammad.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tindakan tercela itu merupakan sikap yang tidak menghormati semua agama.
India menghadapi kemarahan sejumlah negara mitra menyusul komentar kontroversial yang dibuat oleh dua anggota partai yang berkuasa di negara itu tentang Nabi Muhammad.
Kedua pemimpin kini telah mengeluarkan permintaan maaf publik dan partai telah menangguhkan Sharma dan mengeluarkan Kepala Informasi Partai yang sama, Naveen Jindal.
"BJP mengecam keras penghinaan terhadap tokoh agama apa pun dari agama apa pun. BJP juga menentang ideologi apa pun yang menghina atau merendahkan sekte atau agama apa pun. BJP tidak mempromosikan orang atau filosofi seperti itu," demikian keterangan resmi mereka dikutip dari BBC.
Tidak hanya Arab Saudi, sejumlah pihak, termasuk negara mitra seperti Kuwait, Qatar dan Iran telah memanggil duta besar India untuk mempertanyakan sikap India.
Berita Terkait
-
Politisi Nupur Sharma Hina Nabi Muhammad, India Terancam Kehilangan Mitra Bisnis
-
Politisi India Hina Nabi Muhammad SAW, Ini Reaksi Keras Imam Besar Masjidil Haram
-
Viral di IG Sekelompok Pria Buang Motor ke Sungai, Warganet: RX King Mahal
-
Secarik Kertas Berisi Tulisan Doni Salmanan dari Balik Jeruji Besi kepada Dinan Fajrina Bikin Warganet Terharu
-
Apa Keuntungan QRIS? Dipuji Lebih Unggul dari Sistem Pembayaran Luar Negeri
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026