- Amerika Serikat dan Iran menyusun draf kesepakatan sementara untuk menghentikan konflik bersenjata melalui mediasi Pakistan pada Mei 2026.
- Kerangka kerja tiga tahap tersebut mencakup pengakhiran perang, pembukaan Selat Hormuz, dan negosiasi lebih luas selama 30 hari.
- Optimisme kesepakatan memicu lonjakan indeks saham global serta penurunan harga minyak mentah Brent sebesar 3 persen secara signifikan.
Suara.com - Amerika Serikat dan Iran dikabarkan tengah bergerak menuju kesepakatan terbatas dan bersifat sementara untuk menghentikan konflik bersenjata di antara kedua negara.
Laporan yang berkembang pada Kamis (7/5/2026) menyebutkan adanya draf kerangka kerja yang berfokus pada penghentian pertempuran fisik, meskipun isu-isu paling kontroversial antara kedua belah pihak masih belum terselesaikan.
Rencana yang sedang disusun ini lebih berupa memorandum jangka pendek ketimbang perjanjian perdamaian komprehensif.
Langkah ini mencerminkan masih dalamnya perbedaan visi antara Washington dan Teheran, sekaligus menjadi sinyal bahwa kesepakatan ini hanyalah tahap perantara untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Respons Positif Pasar Global
Munculnya harapan akan kesepakatan parsial ini langsung memberikan dampak instan pada pasar keuangan dan komoditas dunia:
Pasar Saham: Indeks saham global melonjak mendekati rekor tertinggi pada perdagangan Kamis seiring meningkatnya optimisme pasar.
Harga Minyak: Harga minyak mentah jenis Brent mengalami koreksi sebesar 4% ke level US$90 per barel, melanjutkan penurunan tajam sebesar 8% pada hari sebelumnya.
Saat artikel ini ditulis, harga minyak Brent juga anjlok 4,3% di angka US$ 96.
Baca Juga: Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama
Penurunan ini didorong oleh spekulasi bahwa gangguan pasokan energi global akan segera mereda jika Selat Hormuz dibuka kembali.
Kerangka Kerja Tiga Tahap
Menurut sumber diplomatik dan pejabat yang terlibat, kerangka kerja yang diusulkan akan dilakukan dalam tiga fase utama:
- Pengakhiran perang secara formal.
- Penyelesaian krisis blokade di Selat Hormuz.
- Pembukaan jendela negosiasi selama 30 hari untuk membahas perjanjian yang lebih luas.
Tahir Andrabi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan yang bertindak sebagai mediator, menyatakan optimismenya di Islamabad.
"Kami mengharapkan kesepakatan tercapai dalam waktu dekat," ujarnya, dikutip dari Reuters.
Prioritas utama mediator saat ini adalah memastikan pengumuman penghentian perang secara permanen sebelum beralih ke rincian isu teknis lainnya.
Berita Terkait
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
KSSK Klaim Perbankan Nasional Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global
-
MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000
-
Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh
-
Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026
-
Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?
-
Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM
-
Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah
-
Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?
-
Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini
-
Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian
-
BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru
-
Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya