Suara.com - Organisasi Kerjasama Islam (OKI atau OIC) mengutuk pernyataan juru bicara BJP Nupur Sharma yang menghina Nabi Muhammad.
Organisasi ini juga meminta PBB untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi tindakan yang menekan umat muslim di India.
Tuntutan ini menyusul juru bicara partai politik penguasa India, BJP, Nupur Sharma yang melontarkan penghinaan terhadap Nabi Muhammad.
Meskipun dengan hukuman yang diberikan BJP, sikap dan ucapan Sharma telah memantik kemarahan sejumlah negara Arab yang memasok kebutuhan minyak India.
Melansir dari Times of India, sejumlah kalangan di Qatar menyerukan boikot India meski Dubes India menjelaskan sikap Sharma tidak mewakili Pemerintah negara.
Belakangan, BJP memutuskan untuk menskors Nupur Sharma dan mengeluarkan kepala media dari unitnya di Delhi, Naveen Kumar Jindal.
BJP memang kerap menuai kritik karena dianggap kerap menyudutkan Agama islam. Bahkan, sejumlah negara-negara Arab seperti Iran, Kuwait, dan Qatar sudah menyampaikan protes mereka.
Arab Saudi pada Senin (6/6/2022) juga mengecam ucapan Sharma yang dianggap tidak menghormati terhadap kepercayaan dan agama.
Sharma sebelumnya membuat pernyataan anti-Islam yang dituduhkan selama debat TV bulan lalu tentang masalah masjid Gyanvapi di Varanasi.
Baca Juga: Politisi India Hina Nabi Muhammad SAW, Ini Reaksi Keras Imam Besar Masjidil Haram
Tidak hanya Sharma, seorang lainnya bernama Jindal juga dihukum karena ucapannya di media sosial yang dianggap merusak kerukunan beragama.
Sekretaris jenderal Kongres dan juru bicara utama Randeep Surjewala menuduh BJP mendorong India menuju zaman tertutup yang semakin memperkeruh kebebasan beragama.
Berita Terkait
-
Profil Nupur Sharma, Politisi India Diduga Menghina Nabi Muhammad SAW
-
Imam Besar Masjidil Haram Kutuk Politisi India Penghina Nabi Muhammad SAW
-
Nupur Sharma Hina Nabi Muhammad, Netizen Indonesia Serukan Boikot India
-
Politisi Nupur Sharma Hina Nabi Muhammad, India Terancam Kehilangan Mitra Bisnis
-
Politisi India Hina Nabi Muhammad SAW, Ini Reaksi Keras Imam Besar Masjidil Haram
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri