Suara.com - Nama Nupur Sharma menjadi sorotan dunia usai pernyataannya dalam debat beberapa waktu lalu dinilai telah menghina Nabi Muhammad SAW. Berikut profil Nupur Sharma untuk menjawab siapa politisi India yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW dan Islam.
Usai pernyataan kontroversialnya mencuat, Nupur Sharma yang berada di bawah partai berkuasa India, Bharatiya Janta Party (BJP) dijatuhi hukuman skorsing dari partainya. Pasalnya, pernyataan kontroversial Nupur Sharma telah memancing kemarahan kelompok-kelompok Muslim di dunia.
"BJP mengecam keras penghinaan terhadap tokoh agama apa pun dari agama apa pun. BJP juga menentang ideologi apa pun yang menghina atau merendahkan sekte atau agama apa pun. BJP tidak mempromosikan orang atau filosofi seperti itu," kata Pemerintah India dikutip dari BBC.
Di partai BJP yang berada di bawah kepemimpinan PM India Narendra Modi, Nupur Sharma menduduki posisi sebagai Juru Bicara BJP. Seperti apa profil Nupur Sharma?
Berikut ini profil Nupur Sharma untuk menjawab siapa politisi India yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW dan Islam
Profil Nupur Sharma
Dikutip dari Oneindia.com, Nupur Sharma lahir di New Delhi, India pada 23 April 1985. Ia tercatat sebagai lulusan sarjana fakultas ekonomi di Hindu College, Delhi. Tak hanya itu, ia juga menyandang gelar Sarjana Hukum dari fakultas hukum di Universitas Delhi.
Setelah lulus S1, wanita yang kini berusia 37 tahun itu melanjutkan pendidikan tinggi jenjang S2 di fakultas hukum London School of Economics, Inggris. Selama menjadi mahasiswa, Nupur Sharma aktif berorganisasi dan bergabung dengan serikat mahasiswa bernama Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad (ABVP) di Delhi.
Tak lama setelahnya, Nupur Sharma didaulat menjadi Presiden ABVP pada 2008. Sejak saat itu, karier politik Nupur Sharma semakin menanjak.
Baca Juga: Imam Besar Masjidil Haram Kutuk Politisi India Penghina Nabi Muhammad SAW
Pada 2015, Nupur Sharma ditunjuk menjadi Juru Bicara BJP. Sejak saat itu, ia mengikuti banyak ajang debat mewakili partainya.
Masih di tahun yang sama, Nupur Sharma terpilih sebagai kandidat BJP melawan mantan menteri dan ketua Partai Aam Admi, Arvind Kejriwal. Namun dalam ajang tersebut, Nupur Sharma kalah.
Tak hanya itu, Nupur Sharma juga memiliki sederet penghargaan lainnya. Ia terpilih memegang posisi penting di BJP, seperti Anggota Komite Nasional sayap muda BJYM, penanggungjawab media nasional BJYM, anggota komite kerja Yuva BJP dan anggota komite eksekutif negara, BJP Delhi.
Nupur Sharma juga tercatat pernah menjadi Duta Muda Teach for India. Teach for India adalah program komunitas yang fokus pada pembelajaran dengan konsep pembinaan komunitas. Tujuannya untuk membantu mempersiapkan komunitas dapat mandiri dan meningkatkan kualitas hidup komunitas. Teach for India berafiliasi dengan Teach for America.
Pernyataan Kontroversial saat Debat
Nama Nupur Sharma semakin disorot usai ia mengikuti debat yang disiarkan di televisi Times Now pada 27 Mei 2022. Debat tersebut mengangkat tema tentang perselisihan Masjid Gyanvapi.
Tag
Berita Terkait
-
Imam Besar Masjidil Haram Kutuk Politisi India Penghina Nabi Muhammad SAW
-
Nupur Sharma Hina Nabi Muhammad, Netizen Indonesia Serukan Boikot India
-
Politisi Nupur Sharma Hina Nabi Muhammad, India Terancam Kehilangan Mitra Bisnis
-
Politisi India Hina Nabi Muhammad SAW, Ini Reaksi Keras Imam Besar Masjidil Haram
-
Tanggapi Isu Azka Corbuzier Jadi Mualaf, Kalina Oktarani Siap Sujud Syukur
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara