Suara.com - Pemerintah meluncurkan aplikasi MyPertamina untuk pembelian Solar dan Pertalite. Beli Pertalite pakai MyPertamina berlaku kapan?
Saat ini aplikasi MyPertamina sudah dapat diunduh di Playstore maupun Appstore. Namun, pemerintah belum menerbitkan secara resmi peraturan untuk sistem pembelian baru ini.
Beli Pertalite memakai aplikasi MyPertamina bertujuan agar distribusi BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Solar menjadi lebih tepat sasaran. Sebelumnya, pemerintah juga tengah menerapkan kriteria masyarakat yang boleh membeli BBM bersubsidi, salah satunya bukan pemilik mobil mewah.
Selain kesiapan dari sistem aplikasi perlu dipastikan, pihak Pertamina juga sedang menunggu revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 berisi tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Perpres itu juga mengatur siapa saja yang berhak menerima BBM Subsidi.
Sekadar informasi, awalnya MyPertamina merupakan gerai merchandise produk Pertamina. Diluncurkan pada 21 Desember 2016 dengan 3 outlet di Jakarta. MyPertamina menjual pakaian, topi, dan produk lainnya dengan merek produk Pertamina.
Pada Januari 2017, Pertamina dan Bank Mandiri menjalin kemitraan untuk meluncurkan produk Mandiri Credit Card Pertamina Mastercard, sehingga konsumen dapat melakukan pembayaran ketika pengguna mengisi BBM di SPBU Pertamina.
Kini untuk menggunakan aplikasi MyPertamina, pelanggan harus menginstal terlebih dahulu dan mengikuti langkah-langkah berikut.
1. Pertama, instal terlebih dahulu aplikasi MyPertamina melalui Google Play Store atau App Store
2. Kemudian masukkan data diri lengkap seperti nama lengkap, nomor telepon, tanggal lahir, dan atur pin
Baca Juga: Pendaftaran Magang Pertamina Hulu Rokan Dibuka, Peserta Bakal Dapat Uang Saku
3. Aktifkan metode pembayaran LinkAja untuk memudahkan pembayaran cashless. Jika masih belum memiliki aplikasi LinkAja, Anda dapat menginstalnya melalui smartphon kemudian lakukan pendaftaran, dan top up saldo sesuai nominal yang diinginkan
4. Jika sudah memiliki aplikasi LinkAja, klik tombol “Bayar”
5. Lalu scan QR Code pada mesin EDC SPBU Pertamina
6. Lakukan konfirmasi, dan klik tombol “Bayar”
7. Masukkan Pin LinkAja, lalu akan muncul notifikasi bahwa pembayaran Anda telah berhasil.
Pelanggan bisa menginstall-nya dari sekarang, sekaligus menginstal aplikasi LinkAja untuk memudahkan pembayaran. Persiapn ini berguna jika suatu hari pemerintah sudah menerapkan kebijakan pembelian pertalite dengan MyPertamina secara menyeluruh.
Berita Terkait
-
Transformasi 2021, Pertamina Berhasil Cetak Laba Bersih Rp29,3 T dan Tingkatkan Produksi
-
DPR Acungi Jempol Pertamina Bisa Survive Saat Harga Minyak Dunia Melonjak
-
Soal Pembatasan BBM Subsidi, Pengamat Sebut Pertalite Seharusnya Hanya untuk Sepeda Motor
-
Pemerintah Tambah Subsidi BBM dan LPG, Pertamina Siap Jaga Pasokan Energi
-
Pendaftaran Magang Pertamina Hulu Rokan Dibuka, Peserta Bakal Dapat Uang Saku
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
Agus Gumiwang dan Purbaya Bahas Insentif Motor dan Mobil Listrik, Ini Dampaknya
-
Jangan Diabaikan! Ini Alasan Karyawan Harus Punya BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan
-
Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%
-
Produksi Migas Capai 956 MBOEPD, Kinerja Pertamina Hulu Energi di Awal 2026 Tetap Terjaga
-
Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun
-
Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan
-
Dorong Pemberdayaan Perempuan, Pegadaian Dukung Kartini Race 2026: Tonggak Baru Motorsport Indonesia
-
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026, Industri Pengolahan Jadi Penopang
-
Perkuat Kesiapan Asesmen Skala Nasional, 91 Ribu Siswa Ikuti Try Out Digital PIJAR
-
3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit