- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi di Jakarta, Selasa (5/5/2025) untuk membahas insentif kendaraan listrik.
- Pemberian insentif bertujuan mengurangi emisi karbon, menekan konsumsi BBM bersubsidi, serta meringankan beban bagi industri otomotif dalam negeri.
- Langkah tersebut diambil guna merespons pergeseran orientasi pasar masyarakat Indonesia yang kini lebih memilih kendaraan ramah lingkungan.
Suara.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pertemuan keduanya berlangsung di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (5/5/2025).
Agus mengaku, dalam pertemuan itu turut membahas intensif untuk motor dan mobil listrik.
"Kita sudah bicara salah satunya juga bicara soal insentif sebagai stimulus. Kalau memang pemerintah memberikan insentif untuk motor atau mobil listrik, ini semakin relevan," kata Agus usai bertemu Purbaya.
Pemberian intensif untuk kendaraan listrik menurutnya menjadi relevan guna mengurangi emisi. Selain itu juga menekan konsumsi BBM, khususnya yang bersubsidi di tengah situasi geopolitik yang mengganggu pasokan minyak global.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa bahwa pemberian intensif juga untuk meringankan beban industri dalam negeri.
"Dan yang ketiga yang juga tidak kalah pentingnya insentif atau stimulus itu memang harus atau dalam rangka untuk memperkuat industri kita sehingga tenaga kerja kita bisa juga terlindung," ujarnya.
Agus juga menambahkan, berdasarkan data yang diterimanya dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan adanya pergeseran perilaku di industri otomotif nasional.
Disebutkan sejak reformasi, masyarakat lebih cenderung beralih ke kendaraan yang ramah lingkungan. Data itu juga yang membuat pentingnya intensif bagi kendaraan listrik.
"Jadi kalau data yang saya terima dari teman-teman Gaikindo, mengatakan bahwa sejak reformasi itu terjadi, orientasi market switch. Jadi menghindari penggunaan BBM," ucap Agus.
Baca Juga: Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak
Berita Terkait
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Purbaya Ngotot Kejar Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak
-
Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000
-
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta
-
BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak