Bisnis / Makro
Selasa, 05 Mei 2026 | 13:13 WIB
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (5/5/2025). [Suara.com/Yaumal]
Baca 10 detik
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi di Jakarta, Selasa (5/5/2025) untuk membahas insentif kendaraan listrik.
  • Pemberian insentif bertujuan mengurangi emisi karbon, menekan konsumsi BBM bersubsidi, serta meringankan beban bagi industri otomotif dalam negeri.
  • Langkah tersebut diambil guna merespons pergeseran orientasi pasar masyarakat Indonesia yang kini lebih memilih kendaraan ramah lingkungan.

Suara.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pertemuan keduanya berlangsung di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (5/5/2025).

Agus mengaku, dalam pertemuan itu turut membahas intensif untuk motor dan mobil listrik.

"Kita sudah bicara salah satunya juga bicara soal insentif sebagai stimulus. Kalau memang pemerintah memberikan insentif untuk motor atau mobil listrik, ini semakin relevan," kata Agus usai bertemu Purbaya.

Pemberian intensif untuk kendaraan listrik menurutnya menjadi relevan guna mengurangi emisi. Selain itu juga menekan konsumsi BBM, khususnya yang bersubsidi di tengah situasi geopolitik yang mengganggu pasokan minyak global.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa bahwa pemberian intensif juga untuk meringankan beban industri dalam negeri.

"Dan yang ketiga yang juga tidak kalah pentingnya insentif atau stimulus itu memang harus atau dalam rangka untuk memperkuat industri kita sehingga tenaga kerja kita bisa juga terlindung," ujarnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu, Jakarta. [Suara.com/Dicky Prastya]

Agus juga menambahkan, berdasarkan data yang diterimanya dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan adanya pergeseran perilaku di industri otomotif nasional.

Disebutkan sejak reformasi, masyarakat lebih cenderung beralih ke kendaraan yang ramah lingkungan. Data itu juga yang membuat pentingnya intensif bagi kendaraan listrik.

"Jadi kalau data yang saya terima dari teman-teman Gaikindo, mengatakan bahwa sejak reformasi itu terjadi, orientasi market switch. Jadi menghindari penggunaan BBM," ucap Agus.

Baca Juga: Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak

Load More