Suara.com - Belanja kebutuhan pokok melalui e-Groceries belakangan terus meningkat akibat dampak dari pandemi COVID-19, penetrasi digital dan ragam promo yang ditawarkan platform.
Hal ini didukung data Google Trend baru-baru ini yang menunjukkan terjadi kenaikan pencarian bahan pokok sebesar 24 persen pada Q1 2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Hal itu menjadi alasan kami meluncurkan Bliblimart pada 2018. Sejak itu, Bliblimart senantiasa mendapatkan respon positif dari pelanggan, terlebih ketika memasuki masa pandemi,” ujar Executive Vice President Consumer Goods and Lifestyle Blibli, Fransisca Krisantia Nugraha.
Meski kini diklaim tengah memasuki fase stagnan, tak sedikit temuan yang menunjukkan hasil sebaliknya. Studi McKinsey & Company berjudul “Sentimen Konsumen Indonesia di Masa Krisis Corona” menunjukkan lebih dari 60 persen konsumen di Indonesia berniat tetap menggunakan metode belanja baru, atau alternatif dari beli barang langsung di toko fisik, setelah pandemi COVID-19 mereda.
Studi yang sama juga mengatakan, integrasi toko online dan offline atau yang kerap disebut omnichannel juga makin diminati oleh konsumen.
Kenyamanan belanja dengan konsep “buy online, pick up in-store” dinilai menjadi salah satu alasan di balik pertumbuhan e-groceries di Indonesia karena menawarkan kemudahan belanja online dan kenyamanan belanja offline di saat yang bersamaan.
Blibli kini juga menyediakan layanan Click & Collect yang memungkinkan pelanggan membeli produk secara online dan mengambilnya langsung di toko fisik terdekat.
Sehingga, pelanggan bisa mendapatkan produk terbaik langsung dari toko tanpa antre. Click & Collect juga didukung beragam metode pembayaran hingga cicilan 0 persen.
Layanan Click & Collect bisa dinikmati untuk berbagai produk groceries di Bliblimart, termasuk di 68 outlet supermarket yang berada di bawah naungan PT Supra Boga Lestari Tbk yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, baik itu Ranch Market, Farmers Market, Farmers Family, The Gourmet, Day2Day, hingga Pasarina by Ranch.
Baca Juga: Covid-19 Subvarian Omicron Masuk Indonesia, DPRD DKI Imbau Warga Jakarta Waspada
E-groceries seperti Bliblimart juga diperkaya ragam promosi yang membuat pelanggan memilih untuk tetap menggunakan layanan ini. Sebagai contoh, pada Selasa setiap minggunya, tersedia berbagai promo produk kebutuhan harian termasuk kebutuhan ibu & anak.
“Bliblimart, supermarket omnichannel komprehesi didukung dengan kecepatan pengiriman, kelengkapan produk, harga dan penawaran terbaik,” ujar Fransisca.
Berita Terkait
-
Kasus Covid-19 di Beijing Meledak Lagi, Sumbernya dari Bar dan Tempat Hiburan
-
Thailand Legalkan Ganja dan Berita Kesehatan Populer Lainnya
-
Update Covid-19 Global: Virus Corona Melandai, Australia Justru Diancam Wabah Influenza
-
Kebutuhan Pasar Tinggi, Guru Besar IPB: Perlu Modernisasi Produksi Ayam Nasional
-
Covid-19 Subvarian Omicron Masuk Indonesia, DPRD DKI Imbau Warga Jakarta Waspada
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara