Suara.com - Baru-baru ini, dunia startup diterpa oleh badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan ternama. Kini sejumlah total ratusan pekerja startup harus merelakan pekerjaannya setelah terjadi fenomena badai PHK tersebut.
Lantas, perusahaan startup apa saja yang melakukan PHK massal terhadap karyawannya? Simak daftar berikut.
1. Pahamify
Perusahaan startup Pahamify yang bergerak dalam bidang edukasi berbasis digital menjadi salah satu dari deretan perusahaan rintisan yang PHK karyawannya. Adapun pihak internal Pahamify mengungkap bahwa alasan PHK tersebut adalah demi optimalisasi bisnis.
“Setelah mengevaluasi bisnis, kami telah memutuskan untuk mengoptimalkan proses bisnis, yang mengharuskan kami berpisah dengan beberapa karyawan terbaik,” ungkap CEO Pahamify Syarif Rousyan Fikri dalam keterangan resminya, dikutip pada Selasa (14/6/2022).
Meski sempat diisukan PHK karyawannya dalam jumlah yang fantastis, Syarif juga mengklarifikasi bahwa jumlah karyawan yang mereka rumahkan tak sebanyak yang diasumsikan publik.
2. Zenius
Jauh sebelum perusahaan startup lain mulai lakukan PHK massal, Zenius telah merumahkan karyawannya sejumlah 200 orang pada sekitaran bulan Mei lalu.
Perusahaan rintisan Sabda Ps tersebut merumahkan ratusan karyawan usai adanya restrukturisasi atau perubahan model bisnis.
Baca Juga: Bikin Bangga, Ratusan UMKM Indonesia Tampil di Departemen Store Terbesar di Paris
"Setelah melalui evaluasi dan review peninjauan ulang komprehensif, Zenius mengumumkan bahwa lebih dari 200 dari karyawan harus meninggalkan Zenius," terang manajemen Zenius, Selasa (24/5/2022).
Meski demikian, pihak Zenius tetap memberikan pesangon bahkan hingga menawarkan asuransi dan konsultasi kesehatan kepada karyawan yang dirumahkan tersebut dan berlaku hingga September 2022 mendatang.
"Zenius memahami bahwa ini adalah masa sulit bagi karyawan yang terdampak, sehingga perusahaan akan melanjutkan manfaat asuransi kesehatan mereka hingga 30 September 2022, termasuk untuk anggota keluarga mereka. Selain itu, Zenius juga memperpanjang layanan konseling kesehatan dengan konsultan pihak ketiga kami hingga 30 September 2022," lanjut keterangan manajemen Zenius.
3. LinkAja
Tak hanya pada bidang edukasi, beberapa startup yang bekerja di bidang fintech juga harus merumahkan karyawannya. Salah satunya adalah perusahaan rintisan yang identik dengan palet warna merah, LinkAja.
Perusahaan yang bergerak dalam pembayaran digital tersebut merumahkan karyawannya agar perusahaan tumbuh sehat, optimal, dan positif.
Berita Terkait
-
Rombongan Polisi Lewat, Warganet Salfok Kurir Shopee Food Bawa HT
-
Bikin Bangga, Ratusan UMKM Indonesia Tampil di Departemen Store Terbesar di Paris
-
Bye Insecurity! Ini 5 Rekomendasi Drama Korea yang Bikin Kamu Lebih Percaya Diri
-
4 Kontroversi Elon Musk, Ancam Batal Beli Twitter Hingga Rencana PHK Pegawai Tesla
-
Batal PHK Karyawan Tesla, Elon Musk Lakukan Penyesuaian Gaji
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN