Suara.com - Harga emas dunia naik tipis pada perdagangan akhir pekan lalu, karena dolar mundur dan kekhawatiran resesi mendukung daya tarik safe-haven.
Tetapi kenaikan suku bunga yang membayangi membuat aset yang tidak menghasilkan di jalur penurunan mingguan.
Mengutip CNBC, Senin (27/6/2022) harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1,824,69 per ounce, setelah sebelumnya menyentuh level terendah satu minggu di USD1,816,10. Sedangkan emas berjangka AS menetap di USD1,830.3.
Meningkatkan daya tarik emas, indeks dolar turun lebih dari 0,2 persen.
"Ada pertemuan kekuatan yang mendorong harga emas di kedua arah, memaksanya untuk tetap dalam kisaran kecil," kata ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali.
"Kami memiliki risiko resesi dan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan global yang mendorong arus masuk ke emas sebagai tempat yang aman. Di sisi lain, kami memiliki komitmen Fed untuk memerangi inflasi yang berkontribusi pada kenaikan suku bunga riil yang signifikan." Tambahnya.
Saat ini emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi tetapi suku bunga AS yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk menahannya.
"Kami berpikir bahwa emas memiliki beberapa potensi kenaikan kecil di paruh kedua tahun ini, perkiraan ke level USD1.900," kata analis Commerzbank Carsten Fritsch.
Dalam jangka pendek, bagaimanapun, The Fed akan menaikkan suku secara agresif, memberikan beberapa hambatan untuk emas, Fritsch menambahkan.
Baca Juga: Potret Rumah Emas Viral, Warganet: Gebetan Auto Minder
Di pasar fisik, dealer menawarkan diskon lebih besar di India minggu ini untuk memikat pembeli saat musim pernikahan berakhir. Sementara beberapa konsumen di China membeli emas untuk lindung nilai terhadap kekhawatiran ekonomi.
"Risiko resesi yang meningkat mencegah posisi short langsung untuk saat ini, tetapi kami memperkirakan emas akan kembali melacak hasil nyata untuk sisa tahun 2022, menekan harga emas lebih rendah (meskipun dengan lantai yang lebih tinggi mengingat respons pasar fisik terhadap harga yang lebih rendah)," Standard Analis Chartered Suki Cooper mengatakan dalam sebuah catatan.
Sementara harga logam lainnya di pasar spot silver naik 0,9 persen menjadi USD21,12 per ounce, platinum naik sedikit menjadi USD907. Sementara paladium naik 1,9 persen menjadi USD1,879,43.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Iduladha 2026, Pertamina Trans Kontinental Jaga Operasional & Berbagi Berkah Kurban pada Masyarakat
-
Harga Minyak Dunia Naik Turun, Berikut Daftar Harga BBM di Pertamina dan SPBU Swasta!
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Kurban Pakai Uang Pribadi Bukan APBN
-
BSDE Didepak dari MSCI, Bagaimana Prospek Sahamnya?
-
Dolar AS Ngamuk, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.900
-
Gandeng Petani Tebu, Pertamina NRE Siap Capai Swasembada Energi Nasional
-
Ada Penipuan Berkedok Nonton Dracin, Ini Modusnya
-
Tingkatkan Semangat Literasi Pekerja, Pertamina Hadirkan Perpustakaan Digital
-
OJK Buka Suara soal Isu MUFG Mau Caplok Bank Danamon
-
Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu