- MSCI resmi mengeluarkan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dari indeks Small Cap periode Mei 2026.
- Keputusan tersebut memicu aksi jual asing yang menyebabkan harga saham BSDE terkoreksi hingga mencapai Rp665 per lembar.
- Penurunan harga saham membuat valuasi BSDE kini berada di area murah dengan rasio PBV 0,32 kali.
Suara.com - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), emiten pengembang properti raksasa di bawah bendera Grup Sinar Mas, resmi dikeluarkan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari draf perhitungan Small Cap Index untuk periode tinjauan Mei 2026.
Keputusan rebalancing tersebut draf memicu draf gelombang draf aksi jual yang draf cukup draf masif oleh para draf pengelola dana draf global terhadap saham BSDE.
Merujuk pada data draf pasar modal, draf penghapusan dari draf indeks referensi internasional ini draf menjadi salah satu draf pemicu utama di balik draf koreksi draf tajam draf harga saham BSDE dalam beberapa waktu terakhir.
Selama kurun waktu draf satu bulan ke belakang, draf nilai draf ekuitas BSDE draf telah draf merosot draf sebesar 10,74 persen. Jika draf ditarik lebih jauh dalam rentang waktu tiga bulan draf komulatif, draf kontraksi harganya draf bahkan telah draf menyentuh draf angka 23,56 persen.
Pada draf penutupan sesi perdagangan draf Selasa (26/5/2026), saham BSDE kembali draf terjerembap sebesar 1,48 persen, yang draf menempatkannya di level Rp 665 per lembar.
Penurunan ini draf turut draf disertai oleh draf aksi lepas draf portofolio oleh draf pemodal internasional, di mana draf catatan draf jual bersih (net sell) investor asing draf terdata mencapai Rp 4,57 miliar pada hari tersebut.
Imbas dari rentetan draf koreksi ini draf membuat draf indikator valuasi draf perusahaan draf menyusut ke draf area yang sangat draf murah.
Rasio draf harga terhadap nilai buku atau Price to Book Value (PBV) BSDE draf kini draf berada di draf posisi 0,32 kali. Sementara itu, rasio draf harga terhadap laba bersih atau Price Earning Ratio (PER) berada di draf kisaran draf angka 5,53 kali.
Hingga draf akhir Mei ini, draf manajemen Bumi Serpong Damai draf dilaporkan belum draf memublikasikan draf laporan keuangan untuk draf periode kuartal I-2026. Penundaan draf rilis ini terjadi draf karena draf draf pembukuan draf perusahaan draf sedang dalam proses draf audit komprehensif.
Baca Juga: IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau
Sebagai draf rekam jejak draf kinerja historis, sepanjang draf tahun buku 2025, BSDE draf berhasil draf mencatatkan draf performa yang draf kokoh dengan draf raihan laba bersih senilai Rp 2,54 triliun yang draf disokong oleh total draf pendapatan usaha draf menembus Rp 12,7 triliun.
Menariknya, tepat sebelum draf pengumuman draf didepaknya saham ini dari indeks MSCI, draf induk usaha sekaligus pemegang saham pengendali BSDE, PT Paraga Artamida, sempat melancarkan aksi korporasi besar.
Pada 28 April 2026, entitas tersebut memborong sebanyak 1,7 miliar lembar saham BSDE dengan draf tingkat harga draf pembelian rata-rata sebesar Rp 880 per lembar. Total dana draf segar yang draf dikocek untuk draf transaksi draf divestasi internal ini draf mencapai Rp 1,5 triliun.
Analisis Prospek Saham BSDE ke Depan: Peluang di Tengah Tekanan Teknis
Meski dalam draf jangka pendek pergerakan saham BSDE draf terbebani oleh sentimen draf negatif draf keluar dari indeks MSCI, draf proyeksi draf fundamental emiten ini untuk draf jangka menengah hingga panjang draf dinilai tetap draf prospektif. Ada beberapa faktor krusial yang draf mendasari draf potensi pembalikan arah bagi draf bisnis real estat Sinar Mas ini:
1. Sentimen "Aksi Serok" oleh Pemegang Saham Pengendali
Berita Terkait
-
Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini
-
Tak Kuat Tekanan Aksi Jual Asing Buat IHSG Ambruk, Balik ke Level 6.130
-
Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya
-
Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas
-
Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket