Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menginisiasi gerakan Jogo Ternak atau jaga hewan ternak dan Bolo Ternak atau teman ternak. Gerakan ini sebagai upaya mengurangi persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Provinsi Jawa Tengah.
Hal itu diungkapkan Ganjar saat mengecek penanganan hewan ternak yang terjangkit PMK di Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Ganjar menyebutkan, Jogo Ternak dan Bolo Ternak mengadopsi program Jogo Tonggo yang dicetuskan Ganjar untuk menangani Covid-19.
Ganjar menjelaskan, gerakan Jogo Ternak adalah gerakan gotong royong masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hewan ternaknya dari PMK.
Sedangkan gerakan Bolo Ternak yang berarti teman ternak, merupakan gerakan yang diisi oleh sekelompok orang yang bertugas untuk mencegah dan menangani hewan ternak yang terjangkit PMK, termasuk menyuntikkan vaksin.
"Tadi bicara gerakan Jogo Ternak sekarang kita lakukan mengadopsi Jogo Tonggo saat Covid-19 kemarin. Lalu ada Bolo Ternak, itu ada kelompok peternak, ada penyuluh, ada babinkamtibmas dilibatkan, kita dorong untuk kita data sapinya," ujar Ganjar.
"Ada berapa di sana, nanti kita laporkan terus kita turunkan vaksinnya, timnya, untuk kemudian disuntikkan," sambung Ganjar.
Gerakan Jogo Ternak dan Bolo Ternak melibatkan beberapa pihak, seperti kelompok peternak, kelompok penyuluh dari kedokteran, hingga babinsa dan babinkamtibmas. Hal ini bertujuan agar penanganan PMK bisa lebih cepat.
Sebab, penularan virus PMK ini menyebar melalui udara. Sehingga, lanjut Ganjar, virus ini menjadi sangat berbahaya dan penyuntikan vaksin untuk hewan ternak harus lebih dipercepat.
Tak hanya itu, Ganjar juga meminta stok vaksin yang didistribusikan Kementerian Pertanian ke daerah bisa lebih banyak lagi. Ia beserta jajarannya mengaku siap menyuntikkan vaksin sesegra mungkin jika stoknya banyak.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Kabar Ganjar Pranowo Resmi Ditunjuk Megawati sebagai Calon Presiden Pemilu 2024?
"Karena penularannya airborne, maka di udara ini menjadi sangat berbahaya. Dan cepet-cepetan vaksin dan kita mohon betul kalo pemerintah pusat wabil khusus kementerian pertanian sudah mendapatkan lagi vaksin segera didistribusikan dan kita siap," tutur Ganjar.
Sebagai informasi, perkembangan kasus PMK di Jawa Tengah sampai hari ini mencapai 31.770 ekor hewan ternak. Sementara untuk kasus PMK di Kabupaten Sukoharjo sendiri kasusnya sebanyak 748 ekor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan
-
Danantara Pertimbangkan Garuda Indonesia Cicil Beli 50 Pesawat Boeing
-
IHSG Ditutup Longsor Lagi, 494 Saham Kebakaran