Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan konsistensinya dalam mendukung program pemerintah, salah satunya di sektor pendidikan. BRI pun kembali turut berpartisipasi dalam program “Magang Kampus Merdeka” yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kemendikbudristek.
Adapun program ini dibuka untuk para mahasiswa aktif semester 5, 6, dan 7 di Perguruan Tinggi dengan kualitas pembelajaran yang tentunya sangat memadai.
Direktur Human Capital BRI, Agus Winardono mengungkapkan, perseroan secara terbuka menerima mahasiswa yang ingin menimba ilmu dan pengalaman melalui program Magang Kampus Merdeka.
“Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman dunia kerja dari salah satu BUMN terbesar, yaitu BRI. Program ini memberikan banyak manfaat, seperti mentor dari profesional yang berdedikasi di bidangnya, pelatihan sesuai dengan bidang ilmu, sertifikat magang, project yang jelas dan terarah, penguatan relasi dan koneksi hingga pengakuan 20 SKS dari Kemendikbudristek hingga uang saku dan akomodasi,” kata Agus.
Dalam program ini, BRI menyiapkan 19 project yang dapat diikuti dengan berbagai jurusan. Untuk detail posisi dan informasi projectnya dapat diakses melalui Instagram resmi Human Capital BRI @lifeatbri, akun LinkedIn resmi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. dan website https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/.
Periode pendaftaran telah dibuka sejak 27 Juni 2022 dan akan berakhir hingga 15 Juli 2022. Nantinya jangka waktu Program Magang Kampus Merdeka tersebut akan berlangsung mulai 1 Agustus - 31 Desember 2022 dan tidak dipungut biaya apapun atau gratis.
Semua calon pendaftar akan diseleksi screening administrasi, BRILiaN Internship Test dengan menggunakan platform, dan interview akhir. Melalui program ini, diharapkan nantinya dapat mencetak para profesional muda yang berdedikasi tinggi, loyal, dan penuh tanggung jawab, sehingga BRI dapat berkontribusi lebih untuk Memberi Makna Indonesia melalui pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Capital yang diimplementasikan melalui program “Magang Kampus Merdeka”. Dengan demikian, program ini dapat mengembangkan bakat-bakat para generasi muda dengan lebih optimal, khususnya dalam menghadapi dunia kerja.
Berita Terkait
-
Penyaluran KUR terhadap UMKM Berpotensi Tingkatkan Tenaga Kerja
-
Berkat KUR, Pendapatan Pelaku UMKM Naik hingga 50%
-
KUR BRI Targetkan UMKM yang Rentan di Masa Pandemi
-
Penyaluran KUR BRI Efektif Bantu UMKM Kembangkan Usaha
-
Healthcare Ecosystem dari BRI Mudahkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Melalui Digitalisasi
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
Terkini
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran
-
Cek Aktivasi Rekening PIP 2026 Agar Dana Bantuan Tidak Hangus
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM