- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan pagu indikatif anggaran kementerian tahun 2027 sebesar Rp27,33 triliun dalam RDP bersama DPR RI.
- Sebesar 82 persen dari total anggaran dialokasikan untuk membiayai berbagai program strategis serta pembangunan infrastruktur fisik di Indonesia.
- Direktorat Jenderal Migas dan Ketenagalistrikan menerima alokasi dana terbesar guna mendukung perluasan akses listrik dan kemandirian energi nasional.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, resmi mengajukan usulan pagu indikatif anggaran kementeriannya untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp 27,33 triliun. Rancangan tersebut disampaikan dalam agenda pemaparan resmi pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI.
Bahlil menguraikan bahwa sebagian besar dari total komposisi finansial yang diusulkan tersebut, yakni berkisar 82 persen atau setara dengan Rp 22,48 triliun, secara khusus dialokasikan untuk mendanai berbagai program strategis serta pembangunan infrastruktur fisik.
"Dari Pagu Indikatif sebesar Rp 27,33 triliun, yang kita bagi ke dalam program strategis infrastruktur sebesar 82 persen (Rp 22,48 triliun), publik nonfisik sekitar 5 persen atau setara dengan Rp 1,3 triliun, kemudian belanja operasional itu sebesar Rp 3,56 triliun atau sekitar 13 persen," urai Bahlil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
Dalam dokumen usulan yang dipaparkan di depan legislatif, seluruh pos keuangan tersebut nantinya disalurkan ke berbagai unit kerja, direktorat jenderal, serta badan teknis di bawah naungan internal Kementerian ESDM dengan rincian sebagai berikut:
- Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi: Rp 11,325 triliun
- Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan: Rp 10,460 triliun
- Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE): Rp 1,813 triliun
- Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM: Rp 881,43 miliar
- Badan Geologi: Rp 749,49 miliar
- Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara: Rp 702,53 miliar
- Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM: Rp 532,75 billion
- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas): Rp 474,43 miliar
- Inspektorat Jenderal ESDM: Rp 124,46 miliar
- Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA): Rp 105,31 miliar
- Direktorat Jenderal Penegakan Hukum: Rp 86,38 miliar
- Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN): Rp 78,60 miliar
Berdasarkan pemetaan angka di atas, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) menempati posisi teratas sebagai unit kerja dengan serapan anggaran terbesar, yang kemudian disusul oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan di peringkat kedua.
Bahlil mengungkapkan bahwa besarnya pagu dana untuk Ditjen Ketenagalistrikan sengaja disusun guna merespons serta mengakomodasi pentingnya perluasan program kerja yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat, seperti program listrik pedesaan, fasilitas pemasangan sambungan listrik gratis, hingga pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga.
Sementara itu, untuk pos anggaran Ditjen Migas, pemanfaatannya difokuskan pada akselerasi kemandirian energi dan pemangkasan beban subsidi.
Beberapa program utama di antaranya adalah pengadaan paket converter kit untuk kelompok petani senilai Rp 158,50 miliar, serta proyek masif perluasan jargas nasional sebesar Rp 5,212 triliun yang ditargetkan mampu meminimalkan ketergantungan impor terhadap komoditas LPG.
Selain jargas lokal, dana berskala jumbo tersebut juga diarahkan guna menyelesaikan proyek infrastruktur jaringan pipa gas bumi strategis. Salah satunya yakni pendanaan untuk proyek tahun jamak (multiyears) Pipa Gas Bumi Dusem di wilayah pulau Sumatera yang menguras dana senilai Rp 3,998 triliun.
Baca Juga: Kritik Keras DPR Soal Anggaran Pendidikan 2027: Jangan Cuma Fokus Fisik, Guru Juga Butuh Sejahtera!
"Maka kami sebagai pemerintah, khususnya saya sebagai Menteri ESDM mencoba untuk mengadopsi, memahami dari apa yang disampaikan oleh teman-teman anggota Komisi XII. Maka kemudian kita alihkan 80% lebih kita alokasikan untuk rakyat," tegas Bahlil
Berita Terkait
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
-
Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi