Suara.com - Bank Indonesia sudah mulai mendalami rencana penerbitan mata uang rupiah digital atau Central Bank Digital Currency. Akhir tahun ini, BI akan merilis buku putih termait pengembangan Digital Rupiah. Lantas, apa arti rupiah digital ini?
Rupiah digital merupakan mata uang digital bank sentral atau central bank digital currencies (CBDC). Ini disebutkan berbeda dengan uang elektronik, kartu kredit, atau e-wallet, seperti OVO, Gopay, atau DANA.
Jika dilihat secara konsep, rupiah digital hampir menyerupai mata uang kripto. Namun, harganya sendiri dipatok berdasarkan mata uang kartal negara terkait.
Deputi Gubernur BI Doni P Joewono mengatakan buku panduan yang akan dirilis itu berisi beragam hal, seperti desain atau konsep digital rupiah. Ia juga mengungkapkan enam tujuan menerbitkan rupiah digital, yaitu:
- Menyediakan alat pembayaran digital yang bebas risiko
- Meminimalisir risiko non sovereign digital currency
- Memperluas efisiensi dan tahapan sistem pembayaran termasuk cross border
- Memperluas dan mempercepat inklusi keuangan
- Menyuguhkan instrumen kebijakan moneter baru
- Memfasilitasi distribusi fiscal subsidy.
Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI Ryan Rizaldy juga menyebut perbedaan antara rupiah digital dengan sistem uang elektornik lain.
Diantaranya, mata uang digital diterbitkan oleh bank sentral. Sementara, kartu kredit dan kartu debit diterbitkan oleh bank umum. Lalu, uang elektronik dan e-wallet diterbitkan bank umum dan perusahaan non bank.
Nah, karena diterbitkan oleh bank sentral, maka rupiah digital memiliki risiko yang rendah dan lebih terjamin keamanannya ketimbang uang elektronik maupun e-wallet.
Penerbitan rupiah digital sebagai CBDC dilakukan BI lantaran saat ini uang digital sudah tak bisa dihindari sehingga BI ingin memberikan layanan mata uang digital yang dapat membuat masyarakat merasa aman.
Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) menganggap kehadiran CBDC akan mengancam keberadaan bank komersial dan mungkin bisa memicu krisis keuangan.
Baca Juga: Bank Indonesia Beberkan Perbedaan Rupiah Digital dengan Uang yang Beredar Saat Ini
Division Chief in the Monetary and Capital Markets Department IMF Tommaso Mancini Griffoli menjelaskan nasabah nantinya rentan mencairkan deposito mereka di bank komersial dan kemudian beralih ke CBDC.
Namun, ia menuturkan bahwa bank komersial mampu menyiasati situasi ini dengan menawarkan bunga deposito lebih tinggi. Dengan begitu, nasabah akan tetap menaruh uang mereka pada bank komersial.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Amerika Serikat Masuk Jurang Resesi, Ekonom Sumut: Picu Pelemahan Rupiah
-
Ditipu Rekan Bisnis, Jessica Iskandar Kehilangan 11 Alphard dan Uang Rp9,85 Miliar Rupiah
-
Syafari 2022 Digelar, Dukung Pengembangan Keuangan Dan Ekonomi Syariah Sumsel
-
Lolos ke Final Piala AFF U-19 2022, Laos U-19 Diguyur Bonus Ratusan Juta Rupiah
-
Dolar AS Kian Perkasa, Rupiah Tumbang Lagi Sore Ini
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian