Suara.com - Setelah 2 tahun pandemi menginfiltrasi ekonomi dunia, tahun ini merupakan momentum yang penting bagi wirausaha nasional Indonesia untuk melakukan “The Great Rebound” sekaligus memperkuat suatu ketahanan wirausaha. Konsep bisnis waralaba (franchise) banyak dipilih pemilik modal, karena terbukti sustainable dan menguntungkan.
Pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2022 akan kembali hadir di Semarang, pada 22-24 Juli 2022. Hadir setidaknya 30 lebih usaha franchise & peluang usaha terkini pada gelaran IFBC 2022 Semarang di UTC Convention & Hotel.
Mengusung tema “Ready, Get Set, Grow”, rangkaian kota kedua ini merupakan kegiatan ke-157 kali sejak tahun 2006. Pengunjung juga dapat mengikuti kurasi produk kerajinan & fashion siap ekspor secara gratis.
Bakal ada juga sejumlah seremoni penghargaan “IFBC Franchise & Business Opportunity 2022; Waralaba Padat Karya, Akademisi Waralaba Indonesia Jawa Tengah, Inspirational Womenpreneur 2022 Central Java, Promising Business Opportunity, Sustainable Business, hingga Best B2B Provider 2022” dalam pembukaan yang digelar Jumat (22/7/2022) pukul 10.00 WIB dan seminar waralaba “Mengenal & Membangun Bisnis Waralaba” di hari yang sama.
Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk terus mendorong munculnya wirausaha baru agar dapat mencapai target ekonomi emas 40% pada 2045 dan program Kementerian Koperasi dan UKM agar dapat mempercepat penambahan satu juta UMKM baru, khususnya pada sektor waralaba dan peluang usaha, Asosiasi Franchise Indonesia bekerjasama dengan Neo Expo Promosindo menggelar pameran National Road Show Info Franchise and Business Concept Expo (IFBC) 2022.
National Road Show Info Franchise and Business Concept Expo yang telah diselenggarakan sejak tahun 2006 ini telah mendapatkan respons positif dari masyarakat khususnya para pelaku industri waralaba nasional. Kegiatan IFBC 2022 Semarang kali ini memasuki tahun rangkaian ke-16, dan rangkain kota kedua dari 4 kota tujuan, yakni Tangerang, Semarang, Surabaya, dan Jakarta.
Menurut Kementerian Perdagangan, kinerja perekonomian selama tahun 2021 terus mengalami perbaikan an tumbuh 3,69%, meningkat dari tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 2.07% year on year. Pertumbuhan waralaba di tahun 2021, ada 113 pemberi waralaba dalam negeri baru yang memiliki STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba), naik 5% dari tahun sebelumnya. Andapun bisa berkontribusi menumbuhkan perekonomian selepas pandemi ini dengan berwirausaha.
Pameran IFBC 2022 yang akan berlangsung selama 3 hari di UTC Convention Hotel, Jalan Kelud No.2, Kota Semarang ini akan menghadirkan lebih kurang 35 merek, baik waralaba maupun peluang usaha. Pameran buka pukul 10.00 - 19.00 WIB, disponsori oleh Gojek.
Berbagai macam bisnis franchise dan peluang usaha di kegiatan pameran IFBC 2022 ini juga menawarkan peluang usaha bagi masyarakat umum, mulai dari Rp5 juta - ratusan juta rupiah. Pada sektor bisnis retail terdapat Alfamart (kebutuhan harian), Air Minum Biru (retail air minum isi ulang higinis), Erafone (retail gawai), Patina Design (retail lantai SPC), Utomodeck (retail atap solar panel & atap rangka baja), dan Shirudo Lab (retail produk kesehatan).
Baca Juga: Jamkrindo Dorong Wirausaha Sektor Peternakan di Yogyakarta
Ragam usaha keninian pada segmen kuliner yang bisa dikunjungi, antara lain Kebab Turki Babarafi, Pide Turkish Pizza, Container Kebab, Ngikan, Nyapii, C’Best Fried Chicken, Tukuo Dimsum, Yasaka Fried Chicken, Oppa Corn Dog, Ayam Gepuk Pak Gembus, Wong Brebes Miliarder, Basreng & Cimol Ceunah, Dikwaa Cake, dan Bakso Kampungqu. Temui ragam bisnis minuman milenial seperti Menantea, Chocochiz, Meenum, Fill-Me, dan Es Teler Kapten.
Sedangkan bisnis binatu (laundry) yang tidak pernah sepi penggemarnya, Anda bisa temui seperti Speed Queen, Washteria, dan LG Netto Laundromat. Bisnis menarik lainya yang dapat dikunjungi; Kiara Ecoprint (retail fesyen), Importir.org, Entrepreneurs.id, dan CloudKitchen.id.
Untuk menunjang kinerja bisnis Anda, hadir antara lain; Ralali.com, Iseller POS, D’Retail POS, Evlogia Organizer, dan Indonetwork.co.id. Konsultasikan perkembangan bisnis Anda di sejumlah stan pemamer antara lain DK Consulting, Sahabat UMKM, dan Asosiasi Franchise Indonesia.
Berita Terkait
-
Hadiri Forum Ekonomi Dunia, Dirut BRI Bahas Inklusi hingga ESG
-
Dirut BRI Paparkan Sederet Inovasi Perusahaan di Forum Ekonomi Dunia
-
Hadiri Forum Ekonomi Dunia, Dirut BRI Tegaskan Komitmen Dorong Inklusi Keuangan & Penerapan ESG
-
Bos BRI Tegaskan Komitmen Dorong Inklusi Keuangan & Penerapan ESG di Forum Ekonomi Dunia
-
Erick Thohir Sebut 2045 Indonesia Bakal Menjadi Negara dengan Ekonomi Terkuat keempat di Dunia
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara