Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar terpantau melemah dan hanya berada di kisaran Rp15.000. Dampaknya, barang-barang yang semakin mahal jika rupiah melemah adalah barang-barang impor maupun barang-barang lokal yang bergantung pada suplai bahan baku impor.
Salah satu yang paling terdampak pelemahan rupiah ini adalah barang-barang elektronik. Bisa dipastikan handphone, laptop, televisi, dan kulkas harganya akan melangit. Pasalnya barang-barang impor hampir semuanya dibeli dengan mata uang dolar AS.
Selain barang elektronik, kendaraan bermotor juga akan terkena dampak. Motor dan mobil yang didatangkan dari luar negeri akan mengalami kenaikan. Industri lainnya adalah industri farmasi mengingat bahan baku obat sebagian besar juga didatangkan dari luar negeri.
Data menunjukkan harga mobil yang didatangkan dari luar negeri naik 6,5% sejak awal tahun ini. Selain akibat melemahnya rupiah, kenaikan harga mobil juga dipicu aturan baru yakni pembayaran pajak karbon. Di industri lain juga terdapat kisaran kenaikan yang sama.
Gandum adalah komoditas yang harganya akan melonjak di Indonesia akibat pelemahan rupiah ini. Seperti diketahui, gandum banyak didatangkan dari Eropa, lainnya dipasok dari Rusia dan Ukraina yang kini dilanda perang.
Kondisi ini membuat harga gandung sulit dikontrol. Pasokannya pun macet hampir ke seluruh dunia sebagai dampak perang. Akibatnya, makanan berbahan dasar gandum akan dijual lebih mahal, salah satunya mie instan.
Kenaikan ini diprediksi bakal terjadi untuk semua merek mie instan. Mulai dari Indomie, Supermie, Mie Sedap hingga Sarimi. Pantauan di situs e-commerce Tokopedia, Kamis (21/7/2022), harga mie instan berbagai merek masih berada di kisaran Rp2.500. Sebagai contoh Indomie goreng instan kemasan 85 gram dijual dengan harga Rp2.700. Kemudian Mie Sedap rasa soto Rp2.510.
Merek mie instan lainnya adalah Mie Sedap goreng kemasan 5 pax yang dijual Rp16.200, Indomie ayam bawang 69 gram Rp2.600, kemudian Mie ABC akan dijual Rp2.500 per bungkus.
Kendati prediksi kenaikan harga mie instan dilontarkan sejumlah pihak, kalangan produsen dan distributor belum mengkonfirmasi soal kenaikan ini. Termasuk jika akan dinaikkan, seberapa besar kenaikannya. Namun, kenaikan itu tetap akan terjangkau oleh masyarakat pada umumnya.
Baca Juga: Waspada Resesi, Pengamat Ekonomi Sarankan Investor Kurangi Portofolio Saham
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Pasokan Cabai Terus Menurun, BI dan Pemko Buka Solusi Berkebun di Lahan 11, 5 Ha di Batam
-
Waspada Inflasi di Asia Tenggara: Ekonomi Myanmar Terancam, Indonesia Aman?
-
Ipong: Inflasi Mengancam Ekonomi, Kita tidak Boleh Terlena
-
Bobby Nasution Harap HIPMI Berperan Bantu Pertumbuhan Ekonomi dan Kontrol Inflasi
-
Waspada Resesi, Pengamat Ekonomi Sarankan Investor Kurangi Portofolio Saham
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit